Login | Daftar
Semua Daftar Pesanan
Kosong
IdFilmCenter
@idfilmcenter
Beritahu teman
Berita
Messageboard
Blog
Bantuan
Kontak kami
Beri donasi ke Indonesian Film Center. Bantu kami melestarikan dan merestorasikan Materi Audio-Visual Indonesia. Lihat juga Tentang kami.
Berita Terbaru
IdFilmCenter News & Agenda
Tanpa Casting di 'Captain America 3', Ray Sahetapy Terkesan dengan Perlakuan Hollywood
Rabu, 27 Mei 2015
 
Jakarta - Bisa ikut terlibat dalam produksi film Hollywood meninggalkan kesan cukup mendalam bagi Ray Sahetapy. Apalagi sebagai aktor yang baru bergabung, ia mendapatkan perlakuan yang menyenangkan.

"Aku syuting satu hari tapi di sana (Amerika Serikat) seminggu, diperlakukan layaknya aktor," kata Ray saat berbincang dengan detikHOT.
 
_____________________________________
 
Indonesia, Sebutir Debu yang Bikin 'Kelilipan' di Cannes
Rabu, 27 Mei 2015
 
Jakarta, CNN Indonesia -- Mengutip ungkapan Olga Lydia dan Happy Salma, di industri film dunia yang begitu raksasa, Indonesia bagai butiran debu. Baik Olga maupun Happy telah merasakan megahnya pasar industri kreatif di Cannes Film Festival.

Olga ikut menjaga dan mempromosikan booth Indonesian Cinema dalam festival tahun ini. Ia merasakan betapa pelaku pasar film dunia lalu lalang di hadapannya. Dalam sekali ajang Marche du Cannes saja, kata Olga, transaksi yang terjadi bisa setara Rp 13 triliun.
 
_____________________________________
 
Indonesia Dihantui Film Horor Sejak 74 Tahun Lalu
Rabu, 27 Mei 2015
 
Jakarta, CNN Indonesia -- Tarot menjadi sebuah fenomena baru. Baru dirilis 7 Mei lalu, ia langsung menjadi film Indonesia terlaris ke-dua tahun ini. Tak sampai tiga minggu, jumlah penontonnya sudah mencapai lebih dari 300 ribu orang.

Jumlah itu hampir setengah dari Di Balik 98, film terlaris tahun ini yang rilis sejak pertengahan Januari lalu. Tarot mengingatkan publik pada Jelangkung, film horor terlaris negeri ini yang rilis pada 2001 lalu.
 
_____________________________________
 
Simak Perbedaan Film dan Novel '7 HARI MENEMBUS WAKTU'
Selasa, 26 Mei 2015
 
Kapanlagi.com - Satu lagi film berdasarkan novel teen-lit bestseller siap dirilis ke bioskop. Kali ini bertajuk 7 HARI MENEMBUS WAKTU besutan sutradara produktif Nayato Fio Nuala.
 
Selayaknya adaptasi novel ke film, tentu ada hal-hal dilakukan sebagai bahan pembeda. Karena terkadang apa yang ditulis dalam lembar kertas belum tentu cocok saat divisualisasikan, lantas, apa perbedaan antara versi film dengan novel karya Charon ini?
 
_____________________________________
 
Plaza Indonesia Gelar Festival Film Bertema Wanita
Selasa, 26 Mei 2015
 
Liputan6.com, Jakarta Plaza Indonesia menggelar sebuah festival film sekaligus untuk merayakan ulang tahunnya yang ke 25. Festvial ini bertemakan wanita yang bertajukPlaza Indonesia Film Festival Celebrating Women.
 
Zamri Mamat sebagai General Manager Marketing Plaza Indonesia mengatakan, festival yang baru kali pertama dibuatnya ini mengkhususkan film-film yang mengangkat tema tentang kehidupan wanita.
 
_____________________________________
 
Sulitnya Riset untuk Bikin Film 'Bung Hatta'
Selasa, 26 Mei 2015
 
Jakarta - Proses pembuatan film tentang Wapres pertama RI, Mohammad Hatta cukup rumit dari segi data. Film berjudul 'Bung Hatta' itu baru akan syuting akhir tahun ini.

Sang eksekutif produser Fathya Feurazia mengatakan, pihaknya butuh perjuangan untuk mencari data film tentang Bapak Koperasi itu hingga ke negeri kincir angin, Belanda.
 
_____________________________________
 
Film Bung Hatta Disambut Positif Kaum Terpelajar
Selasa, 26 Mei 2015
 
JAKARTA- Setelah menggelar casting di sejumlah kota besar di Indonesia, tim film Bung Hatta melakukan kunjungan ke kampus-kampus.
 
"Alhamdulillah ajakan kami mendapatkan respon positif. Banyak kampus dan sekolah yang ingin lebih mengenal sosok Hatta. Paling tidak ada keinginan untuk mengetahui lebih jauh Bung Hatta," jelas Eksekutif Produser film Bung Hatta, Fathya Feurazia.
 
_____________________________________
 
Lika Liku Karir Yayan Ruhian Hingga 'Dilamar' Sutradara Jepang
Selasa, 26 Mei 2015
 
Berkat keahliannya dalam bela diri, nama Yayan Ruhian melambung hingga terdengar ke telinga insan perfilman Internasional. Debutnya sebagai aktor laga diawali dari film Merantau (2009) bersama Iko Uwais garapan Gareth Evans. Tiga tahun kemudian, Yayan kembali digaet oleh Gareth Evans untuk membintangi dua seri film The Raid.
 
Mulai dari situlah, ia dikenal luas di mata perfilman dunia sebagai pemeran Mad Dog The Raid. Latar belakang aksinya di The Raid inilah yang ternyata mengantarkannya ke gerbang industri film Jepang. Sebagaimana yang telah diketahui, Yayan Ruhian terlibat dalam pembuatan film Yakuza Apocalypse besutan sutradara ternama Jepang, Takashi Mike.
 
_____________________________________
 
Tatjana Saphira Kenakan Gaun Pengantin untuk Adegan Akhir 'Negeri van Oranje'
Senin, 25 Mei 2015
 
Jakarta - Setelah pengambilan gambar di Belanda dan Praha, produksi film 'Negeri van Oranje' kembali berlanjut di sejumlah tempat di Indonesia. Hari ini, Senin (25/5), proses syuting dilakukan di kawasan The Breeze BSD City, Tangerang, untuk adegan akhir yang memiliki kejutan.

Tim produksi menyiapkan set di sebuah lounge yang didekorasi menjadi tempat resepsi pernikahan dengan latar siang hari. Puluhan figuran nampak duduk teratur dengan jas dan gaun masing-masing sebagai tamu undangan.
 
_____________________________________
 
Joko Anwar Garap Serial Dark Thriller 'Halfworlds' untuk HBO Asia
Senin, 25 Mei 2015
 
Jakarta - HBO Asia baru saja mengumumkan produksi serial terbaru mereka yang berjudul 'Halfworlds'. Serial dark thriller yang produksinya akan dimulai pekan ini, disutradarai oleh Joko Anwar

'Halfworlds' bercerita tentang seniman jalanan muda yang mengungkap jati diri sebenarnya ketika tanpa sadar terjebak dalam pertempuran antara manusia dan setan. Cerita yang berlatar di Jakarta masa sekarang ini dibalut kisah cinta, balas dendam dan pengkhianatan.
 
_____________________________________
 
Agar Tak Salah Kaprah Terus Soal Film Indonesia di Cannes
Senin, 25 Mei 2015
 
Liputan6.com, Jakarta Festival Film Cannes 2015 telah usai. Dewan juri yang diketuai Joel dan Ethan Coen telah memilih Dheepan, film Prancis tentang perjuangan pengungsi perang saudara di Sri Lanka menuju Paris, sebagai film terbaik yang berhak atas piala Palme d'Or atau Palem Emas.
 
Seperti tahun-tahun sebelumnya, tidak ada film Indonesia yang meraih juara. Padahal setiap penyelenggaraan Festival Film Cannes, media sini selalu ramai memberitakan film anu masuk Cannes.
 
_____________________________________
 
Afril Rania, Putri Raja di Film 'Bumi Sambhara'
Senin, 25 Mei 2015
 
Jakarta - Film 'Bumi Sambhara' siap mengangkat tema sejarah untuk anak-anak dalam ceritanya. Termasuk kisah kerajaan Jawa kuno yang juga tak kalah menarik untuk dibahas.

Layaknya kerajaan, ceritanya pasti mempunyai seorang putri cantik jelita. Nah, di film arahan Pramono A. Chakil itu, aktris pendatang baru Afril Rania adalah sang putrinya.
 
_____________________________________
 
'Marmut Merah Jambu', Vino Bastian Menang di Indonesian Choice Awards 2015
Senin, 25 Mei 2015
 
WowKeren.com - Ajang penghargaan Indonesian Choice Awards 2015 telah digelar pada Minggu (24/5). Tak hanya memberikan penghargaan pada musisi-musisi tanah air, acara ini juga menunjukkan apresiasinya untuk dunia akting dan perfilman Indonesia. 

"Marmut Merah Jambu" sukses menjadi pemenang untuk kategori Movie of The Year. Film yang diambil dari novel karangan Raditya Dika itu sukses mengalahkan film ternama lain seperti "99 Cahaya di Langit Eropa", "Dibalik 98" dan "Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck" extended version. 
 
_____________________________________
 
Tika Bravani Merasa "Turun Kelas" karena Ini
Senin, 25 Mei 2015
 
JAKARTA - Sukses memerankan sosok Fatmawati dalam film Soekarno, Tika Bravani kembali memerankan istri pejuang. Tapi, kali ini Tika Bravani berkelakar malah turun kelas di film terbarunya, Doea Tanda Cinta.
 
"Agak turun kelas sih yah, dari istri Soekarno ke istri taruna," ujar Tika tersenyum saat berkunjung ke kantor Okezone, di Gedung HighEnd, Kebon Sirih, Jakarta.
 
_____________________________________
 
Yayan 'Mad Dog' Ruhian Dielu-elukan di Festival Film Cannes Prancis
Minggu, 24 Mei 2015
 
TRIBUNNEWS.COM, CANNES -- Yayan Ruhian (46), pesilat yang menjadi artis peran terkenal berkat permainannya dalam film-film The Raid, mengaku harus meninggalkan gerak-gerak laga pencak silatnya ketika bermain dalam film terbarunya, Yakuza Apocalyse: The Great War of The Underworld.
 
Film Yakuza Apocalypse, garapan sutradara ternama Jepang Takashi Miike, bercerita mengenai Akira Kageyama, yang mengagumi Genyo Kamiura. Karena kekagumannya itu, Kageyama masuk ke kelompok yakuza yang dipimpin oleh Kamiura. Kamiura merupakan yakuza sekaligus vampir. Kamiura kejam, tetapi ia dan kelompoknya melindungi para warga setempat.
 
_____________________________________
 
Film Doea Tanda Cinta Pastikan Tak Ada Kekerasan
Minggu, 24 Mei 2015
 
JAKARTA - Banyak orang menganggap pendidikan militer itu penuh kekerasan. Tapi, lewat film Doea Tanda Cinta coba memperlihatkan dunia pendidikan dalam sisi yang berbeda.
 
"Awalnya memang seperti itu (terlihat ada kekerasan), tapi kita berusaha menunjukkan Akademi Militer tidak sekejam itu. Orang melihat kekerasan karena ada kontak fisik. Di sana ada, tapi ada caranya, ada tekniknya," ujar Andi Manopo Selaku Co Produser, saat mengunjungi redaksi Okezone di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
 
_____________________________________
 
Seuramoe Productions Siap Bangkitkan Film Ali Topan Anak Jalanan
Jumat, 22 Mei 2015
 
Rumah produksi baru Seuramoe Productions memutuskan untuk menggarap sebuah film berdasarkan novel karya Teguh Esha berjudul ‎Ali Topan Anak Jalanan sebagai debutnya. Seperti diketahui, film ini pernah hits pada tahun 1970-an dengan judul Ali Topan Anak Jalanan (1977) danAli Topan Detektif Partikelir Turun ke Jalan (1979).
 
Film versi baru Ali Topan Anak Jalanan yang disutradarai oleh John de Rantau ini memilih untuk memperkenalkan aktor baru bernama Adrian."Ada memang beberapa kandidat, salah satunya, Adipati Dolken. Namun saya masih merasa kurang. Saya ingin menciptakan karakter baru, sosok baru. Dan saya harap Adrian bisa melambung namanya lewat film ini,"buka John de Rantau saat melakukan Soft Launching film Ali Topan Anak Jalanan di Warung Apresiasi, Bulungan, Jakarta Selatan, Jumat (22/5) sore.
 
_____________________________________
 
'Tarot' Melesat ke Peringkat 2 Film Terlaris Tahun Ini
Jumat, 22 Mei 2015
 
Jakarta - Jumlah peningkatan penonton nasional di kuartal pertama tahun ini belum menembus angka satu juta. Sementara itu, film 'Tarot' yang baru dirilis beberapa pekan lalu sudah menembus ke peringkat kedua film nasional terlaris sementara.

Dalam film 'Tarot', Shandy dan Boy berperan sebagai Julie dan Tristan, sepasang kekasih yang hendak menikah. Berharap mendapatkan ramalan indah, mereka malah mendapatkan ramalan yang mengerikan dari seorang pembaca kartu tarot.
 
_____________________________________
 
Mengintip Adegan 'Ayat-Ayat Adinda'
Jumat, 22 Mei 2015
 
Jakarta - Mizan Production bersama Dapur Films telah selesai memproduksi 'Ayat-ayat Adinda'. Film yang akan tayang pada 11 Juni mendatang ini sudah merilis trailernya.

'Ayat-ayat Adinda' merupakan besutan Hestu Saputra. Film yang dibintangi oleh Surya Saputra, Cynthia Lamusu, Tissa menceritakan tentang kehidupan gadis bernama Adinda dan keluarganya yang selalu berpindah tempat tinggal.
 
_____________________________________
 
Film karya Lucky Kuswandi curi perhatian di Cannes
Jumat, 22 Mei 2015
 
Cannes (ANTARA News) - Film The Fox Exploits The Tiger's Might karya Lucky Kuswandi diputar ulang bersama empat film pendek lainnya di Theatre Alexandre III, Kamis malam. 

Sebelumnya pada Rabu malam, film pendek berdurasi 25 menit itu diputar di Espace Miramar yang penuh penonton.
 
_____________________________________
 
Ada Lomba Film Pendek di Peringatan Hari Museum
Jumat, 22 Mei 2015
 
Museum merupakan tempat yang menyimpan berbagai peninggalan sejarah di Indonesia. Untuk merayakan Hari Museum Internasional yang jatuh pada tanggal 18 Mei 2015 serta juga bertepatan dengan hari ulang tahun ke-237 Museum Nasional pada bulan April akan diadakan sebuah festival untuk merayakan kedua hari penting tersebut. Dengan mengangkat tema “Museum Nasional dan Peran Komunitas”, festival tersebut diselenggarakan selama kurang lebih empat puluh hari terhitung sejak 21 April sampai 25 Mei 2015. Salah satu acara dalam festival tersebut adalah lomba film pendek yang digelar pada 23 hingga 24 Mei 2015 di Museum Nasional Republik Indonesia.
 
_____________________________________
 
Pihak Stasiun TV Enggan Komentari Dugaan Sabotase IMA 2015
Jumat, 22 Mei 2015
 
Kapanlagi.com - Kemenangan Angel Pieters di Indonesia Movie Awards (IMA) 2015 untuk kategori Soundtrack Terfavorit masih menjadi kontroversi. Dugaan kalau ada yang menyabotase acara tersebut pun bermunculan. Namun, pihak RCTI selaku stasiun televisi yang menayangkan ajang tersebut hingga saat ini masih enggan berkomentar.
 
"No comment," ucap Ahmad Achdan, selaku Media Relation Div. Corsec RCTI lewat sambungan telepon saat ditanyakan apakah benar IMA ada pihak tertentu yang menyabotase, Kamis (21/5).
 
_____________________________________
 
Demi 'Bandung Kota Film', Ridwan Kamil Izinkan Sineas Pakai Properti Daerah
Kamis, 21 April 2015
 
TRIBUNNEWS.COM. BANDUNG, — Demi mendorong Bandung menjadi kota film, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mempersilakan para sineas Indonesia maupun asing untuk membuat film di Bandung. Bahkan, Emil demikian Ridwan biasa disapa akan meminjamkan semua properti daerah yang dibutuhkan untuk pembuat film.
 
 
_____________________________________
 
Doea Tanda Cinta Siap Motivasi Generasi Muda
Kamis, 21 April 2015
 
JAKARTA - Induk koperasi TNI Angkatan Darat (INKOPAD) bekerjasama dengan Benoa dan Cinema Delapan siap gemparkan bioskop Tanah Air dengan suguhan film yang bertajuk Doea Tanda Cinta yang akan tayang mulai 21 Mei mendatang.
 
Film garapan sutradara Rick Soerafani dan produser Alfani Wiryawan ini ingin menyuguhkan sebuah film yang diangkat dari penggalan-penggalan cerita para prajurit sejati negeri ini.
 
_____________________________________
 
Bella Sedih Fedi Nuril Terluka di Trailer 'Surga Yang Tak Dirindukan'
Kamis, 21 Mei 2015
 
WowKeren.com - MD Entertainment semakin rajin menggoda penggemar "Surga Yang Tak Dirindukan". Sebelumnya, MD Entertainment sudah merilis teaser yang menampilkan "curhatan" para pemeran film yang diangkat dari novel best seller dengan judul yang sama karya Asma Nadia tersebut. 

Kali ini, MD Entertainment merilis trailer baru untuk "Surga Yang Tak Dirindukan". Senada dengan teasernya, trailer yang diluncurkan Rabu (20/5) ini juga menampilkan pemain "Surga Yang Tak Dirindukan" seperti Laudya Cynthia BellaFedi Nuril dan Raline Shah
 
_____________________________________
 
 
Sambil Menangis, Angel Pieters Sebut Namanya Masuk Nominasi IMA Sejak April
Kamis, 21 Mei 2015
 
Metrotvnews.com, Jakarta: Angel Pieters akhinya buka suara atas kontroversi kemenangan dirinya dalam ajang Indonesian Movie Awards (IMA) 2015, kategori Soundtrack Favorit.

"Jujur, aku syok dan sedih banget. Tiba-tiba di media sosial, orang heboh banget dengan opininya masing-masing. Aku pribadi, jujur, tidak tahu menahu tentang jumlah nominasi yang ada. Sejak bulan April lalu, aku sudah dihubungi pihak IMA dan dikabarkan masuk nominasi Soundtrack Favorit, di urutan 6 dengan nomor registrasi E6," jelas Angel menangis, saat konferensi pers di Gedung Annex RCTI, Jakarta Barat, Kamis (21/5/2015).
 
_____________________________________
 
Heboh! Pongki Barata Tahu Rahasia di Balik Kisruh IMA 2015
Kamis, 21 Mei 2015
 
Kapanlagi.com - Makin panasnya situasi kekisruhan ajang penghargaan bagi insan perfilman nasional, Indonesian Movie Awards 2015 nampaknya belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Malah, situasinya makin panas karena Pongki Barata membeberkan fakta mengejutkan soal situasi pelik ini.
 
Pongki yang masuk dalam nominasi Soundtrack Terfavorit bersama Saint Loco, Glenn Fredly, Anggun C. Sasmi dan Mahadewa, memang nampak berapi-api pasca nama Angel Pieters diumumkan menjadi jawara atas lagunya yang jadi soundtrack film DI BALIK '98, Indonesia Milik Kita Bersama.
 
_____________________________________
 
Angel Pieters Siap Buka Suara, Glenn Fredly Malah Geram
Kamis, 21 Mei 2015
 
Kapanlagi.com - Kisruh kemenangan Angel Pieters di Indonesian Movie Awards 2015 yang sukses digelar Senin, 18 Mei lalu ternyata terus menuai konflik. Keributan ini bermula ketika nama Angel disahkan sebagai pemenang dalam kategori Soundtrack Terfavorit atas laguIndonesia Milik Kita Bersama yang jadi soundtrack film DI BALIK '98.
 
Pangkal permasalahan kemenangan misterius Angel ini terletak pada namanya yang tak masuk dalam nominasi kategori tersebut sejak awal. Nama Angel baru masuk beberapa hari menjelang digelarnya acara, sedangkan nominasi ini sudah diumumkan sejak akhir April. Bahkan, buku nominasi yang dibagikan kepada tamu undangan pun ditempeli stiker hanya di bagian nominasi Soundtrack Terfavorit.
 
_____________________________________
 
Deretan Film Terbaru Indonesia yang Bakal Berlatar Luar Negeri
Kamis, 21 Mei 2015
 
Tren film Indonesia yang syuting di luar negeri seperti masih populer. Belakangan ini, rumah produksi dan sineas tanah air lebih berani mengambil setting cerita di luar negeri. Dengan mengambil suasana setting luar negeri, diharapkan penonton nantinya jadi lebih tertarik.
 
Namun melangsungkan syuting di luar negeri bukan perkara mudah. Selain biaya yang dibutuhkan lebih mahal, tim produksi juga harus menghadapi kesulitan birokrasi perizinan yang berbeda di masing-masing negara. Meski begitu hal tersebut tak membuat kapok rumah produksi Tanah Air. Sebut saja rumah produksi Maximas Prictures, yang sebagian besar filmnya mengambil setting luar negeri. Di antara film bersetting luar negeri yang telah diproduksi yakni 99 Cahaya di Langit Eropa (Austria, Prancis, Turki), LDR (Italia), Assalammu'alaikum Beijing (China), dan masih banyak lainnya.
 
_____________________________________
 
Film Indonesia Dipirsa di Gedung Bersejarah di Belanda
Kamis, 21 Mei 2015
 
Jakarta, CNN Indonesia -- Anjani terkejut mendapati sosok misterius “menemaninya” bermain di pekarangan belakang rumah barunya di tepi hutan. Tak kuasa menghindar, Anjani malah terbawa sosok berwujud perempuan renta itu hingga jauh ke belantara hutan di mana terdapat sebuah desa yang dihuni orang-orang bertopeng.

Demikian potongan adegan Jagawana karya sutradara muda Indonesia Svetlana Dea yang ditayangkan di Leiden International Short Film Experience (Lisfe), di Belanda, baru-baru ini. Film pendek ini merupakan salah satu dari 80 film yang diseleksi dari seribuan film garapan sineas dari 43 negara.
 
_____________________________________
 
Selamat Jalan Rae Sita
Kamis, 21 Mei 2015
 
Jakarta - Ratusan pelayat memenuhi rumah duka Heaven Funeral Home, Pluit Jakarta Utara Rabu (20/5) malam. Mereka datang dari berbagai kalangan; artis, pengusaha, politisi, pemerintah, yang cukup menggambarkan luasnya pergaulan mendiang Rae Sita Supit (69) yang disemayamkan di sana. Mereka ada yang datang sejak petang, mendahului jenazah yang baru tiba untuk disemayamkan di sana sekitar pukul 22.00 WIB semalam. Suami mendiang, Oke F Supit, beserta tiga anak; Jenifer Jill Supit, Raveira Ruth, dan Georgiana G Supit, serta menantu- menantu dan 12 cucu menyambut pelayat yang menyampaikan ucapan duka. Dan suasana itu berlangung hingga lewat tengah malam. Beberapa foto mendiang ukuran besar tampak menghias rumah duka.
 
_____________________________________
 
Lama Vakum, Dimas Seto Main Film Horor
Rabu, 20 Mei 2015
 
JAKARTA – Lama tidak bermain film, Dimas Seto menaruh rasa rindu yang begitu mendalam. Kini, pilihannya jatuh pada film horor.
 
Sosok Dimas Seto memang tidak asing lagi di dunia perfilman. Namun, kiprahnya sempat terhenti di 2007.
 
_____________________________________
 
Angga Dwimas Sasongko: Film Indonesia itu Penting untuk Kita
Rabu, 20 Mei 2015
 
Angga Dwimas Sasongko delapan tahun yang lalu berbeda dengan Angga Dwimas Sasongko saat ini. Tahun 2007, gaya bicaranya bisa meledak-ledak apabila membahas tentang realitas perbioskopan di Indonesia. Kala itu, film feature pertama Angga, Foto, Kotak dan Jendela, yang berformat digital tak bisa beredar di layar-layar bioskop yang kebanyakan masih dipersenjatai proyektor film seluloid 35 mm. Namun, kini Angga berbicara dengan lebih tenang. Dia tidak serta-merta menyalahkan satu pihak saja sewaktu membahas perkembangan industri film Indonesia yang lambat.
"Menurut gue problemnya malah ada di setiap stakeholder, jadi kita harus melihatnya secara holistik," ujar sutradara berusia 30 tahun ini ketika bertandang ke kantorMuvila di bilangan Kebayoran Baru pada bulan lalu.
 
_____________________________________
 
'Tetralogi 4 Musim' Ilana Tan Segera Diboyong ke Layar Lebar
Rabu, 20 Mei 2015
 
Kapanlagi.com - Nama Ilana Tan tentu bukan hal asing di ranah perbukuan Indonesia. Ia merupakan penulis misterius andalan penerbit Gramedia Pustaka Utama yang karya-karyanya selalu laris bak kacang goreng. Bahkan, dicetak ulang hingga puluhan kali.
 
Melihat fenomena tersebut rumah produksi Maxima Pictures tergerak mengadaptasi novel Ilana Tan ke layar lebar. Tak tanggung-tanggung, tidak hanya satu, tapi sekaligus empat novel yang tergabung dalam seri Tetralogi 4 Musim diboyong dalam bentuk audio visual .
 
_____________________________________
 
Angel Pieters Menang Misterius, Pongki Barata Kritik IMA 2015
Rabu, 20 Mei 2015
 
Kapanlagi.com - Ajang Indonesian Movie Awards 2015 yang digelar hari Senin (18/5) kemarin menyisakan satu misteri yang tengah ramai jadi bahan perbincangan netizen di dunia maya. Hal itu adalah kemenangan misterius dari Angel Pieters di kategori Soundtrack Terfavorit lewat lagunya Indonesia Negeri Kita Bersama yang dipakai untuk film DI BALIK 98.
 
Bagaimana tidak, Angel tiba-tiba diumumkan sebagai pemenang padahal dirinya tak masuk dalam daftar nominasi awal yang dirilis oleh pihak IMA 2015. Nama-nama yang 'sah' masuk nominasi tersebut adalah Glenn Fredly (Tinggikan), Saint Loco (Di Balik Istana), Pongki Barata (Seluas Itu), Mahadewa (Immortal Love Song), dan juga Anggun (Fly My Eagle).
 
_____________________________________
 
Rizal Mantovani, dari Video Klip hingga Film-Film Laris
Rabu, 20 Mei 2015
 
Selama dua dekade, Rizal Mantovani menjadi sosok sutradara yang sering dipercaya dalam menangani proyek-proyek high profile di industri hiburan Indonesia. Dikenal sebagai salah satu sutradara video musik dari artis-artis terkenal, Rizal juga dikenal mampu menggarap film-film yang mendatangkan banyak penonton ke bioskop. Tak heran, jam terbang Rizal kini masih tetap tinggi dengan berbagai proyek, baik film maupun video musik. Alhasil, sutradara 5 cm., Supernova, dan Wewe ini juga harus berhati-hati dalam memilih proyek yang akan diambilnya.

"Biasanya berdasarkan...bintang berada dalam posisi yang sama," ujar Rizal kepada Muvila ketika ditanya tentang kriteria memilih proyek. "Maksudnya, nggak bisa saya omongin, berdasarkan A, B, C, itu nggak ada hitungannya. Jadi bisa menyangkut kecocokan materi, menyangkut jadwal, menyangkut feeling. Kadang-kadang materi cocok, jadwalnya nggak bisa," jelasnya.
 

 

UI Film Festival 2015

Pendaftar Program Kompetisi UI Film Festival 2015 adalah mahasiswa D3/S1 di seluruh institut/universitas di Indonesia yang masih berstatus mahasiswa aktif. Genre film ialah film fiksi pendek non-animasi. Film pendek yang didaftarkan adalah film yang diproduksi setelah 1 Januari 2013 dengan durasi maksimal 30 menit termasuk kredit. Pendaftar mengirimkan file data film (AVI, MOV, MP4) dengan kualitas resolusi SD maksimal 480p dalam media DVD/USB Flashdisk dan dimasukkan ke dalam amplop coklat yang disertai cap tanggal penggiriman dari penyedia jasa pengiriman barang yang anda gunakan ke alamat: Jl. Markisa Raya No. 163 Blok A Cinere, Depok, Jawa Barat 16514.  Semua karya film yang didaftarkan harus sudah sampai ke panitia UI Film Festival 2015 pada 30 Juni 2015. Keterangan lebih lanjut lihat di www.uifilmfestival.com/requirement

 

 

JFA Short Film Competition 2015

Jogja Film Academy membuka kesempatan untuk pelajar dan mahasiswa Indonesia berpartisipasi dalam hajatan Short Film Competition 2015. Kompetisi ini dibuka 2 Maret - 1 Juni 2015. Keterangan lebih lanjut lihat di jogjafilmacademy.com

 

 

 

 

 

Jadwal Pemutaran Film Untuk Pusat Kebudayaan pada Bulan Mei 2015

 

Institut Francais Indonesia (IFI), Jakarta
Pusat Kebudayaan Perancis

Festival Sinema Prancis

Festival Sinema Prancis

Festival Sinema Prancis

Pemutaran film
Fifi Howls from Happiness
 
Goethe Haus Jakarta
Pemutaran film pukul 19:00 WIB
 
12 Mei 2015 : Vier Tage Im Mai (Sutradara: Achim von Borries)
                         Jerman, 2010/201, 95 Menit
 
Erasmus Huis Jakarta
Pemutaran film pukul 13:00 WIB & 16:00 WIB
Belum ada jadwal
 
 
Istituto Italiano di Cultura
Pemutaran film pukul 19:00 WIB
 
8 Mei 2015     : Divorzio all'italiana (Pietro Germi)
                           Italia, 1961, 105 Menit
15 Mei 2015   : I Soliti Ismoti (Mario Monicelli)
                           Italia, 1958, 106 Menit
22 Mei 2015   : La dolce vita (Federico Fellini)
                           Italia,1960, 174 Menit
29 Mei 2015   : Kapò  (Gillo Pontecorvo)
                           Italia, 1960, 116 Menit
 
 
Japan Foundation
Pemutaran film pukul 14:00 WIB
 
Belum ada jadwal                        
 
Pusat Kebudayaan Korea
Belum ada jadwal
 
Bentara Budaya Jakarta
Bentara Putar Film 
Belum ada jadwal
 
Bentara Budaya Bali
Belum ada jadwal

 

___________________________________________
Program Kineforum : Program Mei 2015
 
                         
 

 

 

 

 

Tentang Indonesian Film Center | Kebijakan Privasi | Berkas Hukum | Periklanan | Bantuan | Kontak kami