Login | Daftar
Semua Daftar Pesanan
Kosong
IdFilmCenter
@idfilmcenter
Beritahu teman
Berita
Messageboard
Blog
Bantuan
Kontak kami
Beri donasi ke Indonesian Film Center. Bantu kami melestarikan dan merestorasikan Materi Audio-Visual Indonesia. Lihat juga Tentang kami.
Berita Terbaru
IdFilmCenter News & Agenda
Reza Rahadian Tampil Nakal Dalam Film 'KAPAN KAWIN?'
Jumat, 31 Oktober 2014
 
Kapanlagi.com - Reza Rahadian mengaku antusias dengan project film terbarunya KAPAN KAWIN?. Pasalnya ia yakin drama komedi ini mampu membawa penyegaran dalam karir beraktingnya setelah beberapa film terakhirnya adalah film drama berat.

Tiga tahun terakhir Reza merasa beban karena harus memerankan tokoh terkenal. “Drama ini segar. Otak saya berat harus main tokoh yang berat juga atingnya. Saya selalu memasukan sisi manusiawi, kalau terlalu heroik, kemanusiaannya pasti gue masukin,” katanya saat ditemui di syukuran awal produksi di Djakarta Theatre, Jakpus, Rabu (29/10).
 
 
_____________________________________
 
Tujuh Film Indonesia Diputar Singapore International Film Festival
Kamis, 30 Oktober 2014
 
Tujuh film Indonesia terpilih untuk diputar di Singapore International Film Festival (SGIFF) 2014. Film-film tersebut, antara lain About A Woman karya Teddy Soeriaatmadja, Selamat Pagi, Malam karya Lucky Kuswandi, Sokola Rimba karya Riri Riza, Siti garapan Eddie Cahyono, Onomastika karya Loeloe Hendra, Seserahan karya Jason Iskandar, dan Sepatu Baru karya Aditya Ahmad.

Film-film Indonesia yang masuk SGIFF 2014 ini diputar di beberapa program berbeda. Seperti, About A Woman dan Sokola Rimba di program Asian Vision, kemudian Siti dalam program Silver Screen Awards: Asian Feature Film Competition. Di program Silver Screen Awards: Southeast Asian Short Film Competition, ada Onomastika, Seserahan, dan Sepatu Baru. Adapun film Selamat Pagi, Malam didampuk sebagai film penutup SGIFF tahun ini.
 
_____________________________________
 
Prabowo Akan Menghadiri Premiere Film Gunung Emas Almayer
Kamis, 30 Oktober 2014
 
Prabowo Subianto dikabarkan akan menghadiri Gala Premiere film Gunung Emas Almayer di Epicentrum XXI, Jakarta, Senin (3/11). Film Produksi Rahayu Saraswari Djojohadikusumo, keponakan Prabowo, yang terkenal dengan film Trilogi Merah Putih tersebut mengangkat kisah tentang seorang pedagang senjata berkebangsaan Belanda Kaspar Almayer, yang mengejar impiannya menemukan gunung emas di Borneo. Film ini sarat dengan semangat moral, nilai multikulturalisme, dan pluralisme,

Cerita novel 'Almayer's Folly' diangkat kelayar lebar sebagai sebuah kolaborasi antara Media Desa Indonesia, dengan eksekutif produser Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dan rumah produksi Tanah Licin dengan eksekutif produser U-Wei Bin Haji Saari. Film kolosal ini akan tayang perdana di bioskop Indonesia pada 6 November 2014 mendatang.
 
_____________________________________
 
Julie Estelle Belajar Jadi Barista untuk 'Filosofi Kopi'
Kamis, 30 Oktober 2014
 
WowKeren.com - Pemeran utama wanita di "Filosofi Kopi" akhirnya ketahuan. Tim produksi ternyata memilih Julie Estelle untuk bermain di film mereka. Hal tersebut diketahui dari postingan-postingan Twitter @filkopmovie yang mengunggah foto Julie.

"Terakhir, anggota baru keluarga FilKop, @Julstelle alias El juga beneran total belajar tentang kopi & barista," tulis tim "Filosofi Kopi". Tweet tersebut memperlihatkan Julie yang sedang belajar menjadi barista.
 
_____________________________________
Judul Film 'Gunung Emas Almayer’ Diganti demi Pasar Luar Negeri
Kamis, 30 Oktober 2014
 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Rumah produksi Media Desa Indonesia tidak ingin setengah-setengah dalam memproduksi film 'Gunung Emas Almayer'. Film kolosal besutan sutradara U-Wei Bin Haji Saari itu bakal didistribusikan hingga ke luar negeri.

Jika tidak ada aral melintang, film yang diadaptasi dari novel era 1800-an karya Joseph Conrad itu bakal diputar di Asia Tenggara dan Kanada.
 
_____________________________________
 
Film 'Gunung Emas Almayer' Gaet Konsultan Desain 'Pirates of the Caribbean'
Kamis, 30 Oktober 2014
 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Film 'Gunung Emas Almayer' sepertinya bakal menjadi film yang dinantikan dipenghujung tahun 2014. Pasalnya film yang diadaptasi dari novel era 1800-an karya Joseph Conrad itu, menghabiskan dana hingga Rp 60 miliar.

Hal itu demi menggambarkan seperti apa Malaka pada tahun 1830. Mulai dari pakaian, tempat tinggal hingga bahasa, semuanya dibuat sedemikian rupa demi membangun nuansa Malaka pada zaman dahulu.
 
_____________________________________
 
Syuting Film Mantan Terindah Libatkan 50 Kru, Mulai Kameramen Hingga Penata Rias
Kamis, 30 Oktober 2014
 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - "Kita patut berbangga, karena film ini dibuat seluruhnya di Indonesia, baik dari syuting, proses suara, editing, dan lainnya, " ucap produser film 'Mantan Terindah', Marcella Zalianty saat ditemui usai acara Press Screening Film Mantan Terindah di XXI Epicentrum Walk, Jakarta Selatan, Kamis (30/10/2014).

Berbeda dengan tren sineas Indonesia lainnya yang menyelesaikan proses filmnya di luar negeri seperti Bangkok, dan Eropa. Namun, pada proses produksi film 'Mantan Terindah' seluruhnya dilakukan di Indonesia yakni Jakarta,Bogor, Depok, dan Karawaci.
 
_____________________________________
 
Film "Nonggup" segera tayang di Papua
Kamis, 30 Oktober 2014
 
Makassar (ANTARA News) - Film "Nonggup" yang mengisahkan tentang kampung pedalaman Papua segera ditayangkan di provinsi tersebut, dijadwalkan pada 31 Oktober 2014.

"Film ini mengangkat kisah keluarga Papua di daerah terpencil yakni di Ogeneten yang penduduknya mayoritas sebagai petani karet, namun kehidupan ekonominya sangat menyedihkan," kata Direktur Eksekutif Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI) Carolina Tupamahu di Makassar, Kamis.
 
_____________________________________
 
Film 'Mantan Terindah' Hadirkan Banyak Cameo
Kamis, 30 Oktober 2014
 
Jakarta - Jalan cerita antara takdir dan cinta yang diangkat dalam film 'Mantan Terindah' menghadirkan cameo dari para bintang terkenal sebagai salah satu daya tariknya. Siapa saja yang eksis di film ini?

Aktor Fauzi Baadila ikut muncul untuk berakting sebagai pegawai toko piringan hitam. Aksinya cukup sering terlihat mengingat tempat tersebut menjadi salah satu lokasi utama film.
 
_____________________________________
 
Ben Joshua Bangga Perankan Jokowi di Film 'JOKOWI ADALAH KITA'
Kamis, 30 Oktober 2014
 
Kapanlagi.com - Bagi beberapa orang artis, sukses tidak hanya diukur dari banyaknya bayaran atau materi yang didapat. Bisa juga dinilai berdasarkan kualitas akting saat memerankan karakter yang dirasa sulit dan menantang.

Seperti yang dialami oleh Ben Joshua dan Agustin Taidy saat memerankan karakter duo Jokowi Ahok di JOKOWI ADALAH KITA. Pasalnya, memainkan peran yang memiliki karakter kuat dan dikenal oleh masyarakat luas ini, adalah sebuah tantangan tersendiri bagi mereka.
 
_____________________________________
 
'Gunung Emas Almayer' Bidik 1,5 Juta Penonton
Kamis, 30 Oktober 2014
 
Jakarta - Mengangkat tema kolosal, film 'Gunung Emas Almayer' cukup yakin mampu berbicara banyak di Indonesia. Angka target penonton bahkan sudah ditulis dengan jelas.

"Target awal kita 500,000 sampai 700,000 penonton. Tapi, kita yakin kalau film ini bisa tembus hingga 1,5 juta penonton di Indonesia," ujar Eksekutif Produser, Rahayu Saraswati, saat jumpa pers di Kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Rabu (29/1/2014).
 
_____________________________________
 
Gunung Emas Almayer, Film Kolaborasi Indonesia-Malaysia
Kamis, 30 Oktober 2014
 
VIVAlife- Indonesia dan Malaysia kembali berkolaborasi melahirkan karya baru di dunia film. Film Gunung Emas Almayer yang diproduksi atas kerjasama rumah produksi Tanah Licin Malaysia dan Media Desa Indonesia akan tayang di Asia Tenggara dan Malaysia.

Film ini diadaptasi dari novel klasik Joseph Conrad tahun 1985 yang berjudul Almayers Folly. Bercerita tentang seorang pedagang asal Belanda yang terobsesi menemukan gunung emas.
 
_____________________________________
 
Main di Film Kapan Kawin, Abah "Keluarga Cemara" Bernostalgia di Yogya
Kamis, 30 Oktober 2014
 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktor senior Adi Kurdi, mengaku senang bisa ikut terlibat dalam film yang disutradarai Ody C Harahap yakni "Kapan Kawin?". Sebab, hampir seluruh proses syuting film ini, akan dilakukan di kota Yogyakarta.

"Saya pernah tinggal 10 tahun di Yogya. Jadi nanti pas syuting bisa ketemu teman lama juga. Sekalian nostalgia dengan suasana di sana," ucap Adi usai menghadiri syukuran dan Media Gathering film 'Kapan Kawin?' di XXI Club Djakarta Theater, Thamrin Jakarta, Rabu (29/10/2014).
 
_____________________________________
 
Ini Poster Resmi Film Anyar Dian Sastro-Lukman Sardi '7/24'
Rabu, 29 Oktober 2014
 
WowKeren.com - Poster film komedi romantis "7/24" akhirnya resmi dirilis. Poster film yang mulai banyak beredar di internet itu menampilkan kedua pemeran utama, Dian Sastro dan aktor senior Lukman Sardi.

Dian dan Lukman tampak sama-sama terbaring bersebelahan di kamar rumah sakit. Keduanya juga sama-sama membawa laptop di pangkuan mereka, serta Lukman Sardi memakai headphone hitam besar.
 
_____________________________________
Kharakter Idealis Tapi Selengean yang Diperankan Reza Rahadian di Film Kapan Kawin
Rabu, 29 Oktober 2014
 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Idealis, eksentrik dan tidak mau hidupnya diatur dalam melakukan apapun. Itulah beberapa karakter yang akan diperankan Aktor Reza Rahadian dalam film terbarunya 'Kapan Kawin?'.

Film yang baru akan diproduksi awal November 2014, menggaet Reza yang berperan sebagai Satrio.
 
_____________________________________
 
Film Komedi 'Kapan Kawin?' Segera Diproduksi
Rabu, 29 Oktober 2014
 
Jakarta - Legacy Pictures baru saja menggelar syukuran pra-produksi hari ini, Rabu (29/10) di XXI Club Djakarta Theatre, Sarinah. Mereka akan segera memproduksi komedi romantis 'Kapan Kawin?' pada awal November mendatang.

‘Kapan Kawin?’ didukung oleh aktor-aktor yang sudah berpengalaman seperti Adinia Wirasti (Dinda), Reza Rahadian (Satrio), Adi Kurdi (Bapak Gatot), Ivanka Suwandi (Ibu Dewi), dan Feby Febiola (Nadya).
 
_____________________________________
 
Asosiasi Sutradara Film Indonesia Siap Gelar Ajang Penghargaan
Rabu, 29 Oktober 2014
 
Jakarta - Asosiasi Indonesian Film Directors Club (IFDC) siap menggelar ajang penghargaan film. Menurut salah seorang sutradara yang menjadi anggota asosiasi tersebut, Upi, IFDC Awards akan digelar pada 22 November mendatang di Dia.Lo.Gue, Kemang, Jakarta Selatan.

Nantinya akan ada tiga kategori penghargaan, yakni Sutradara Film Panjang Terbaik, Sutradara Film Pendek Terbaik dan Sutradara Pendatang Baru Terbaik. Film yang akan diberikan penilaian adalah film yang dirilis dalam kurun waktu Oktober 2013 hingga Oktober 2014.
 
_____________________________________
 
'99 Cahaya di Langit Eropa the Final Edition' Jadi Jembatan ke 'Bulan Terbelah di Langit Amerika'
Rabu, 29 Oktober 2014
 
Jakarta - '99 Cahaya di Langit Eropa the Final Edition' akan menampilkan kompilasi cerita bagian pertama dan kedua dari pencarian jejak Islam di Eropa lewat karakter Rangga dan Hanum. Film ini juga bisa dibilang pemanasan sebelum 'Bulan Terbelah di Langit Amerika' diproduksi.

"Ya bisa dibilang film ini akan jadi jembatan ke 'Bulan Terbelah di Langit Amerika'," kata penulis Rangga Almahendra kepada detikHOT.
 
_____________________________________
 
'99 Cahaya di Langit Eropa the Final Edition' Hadir dengan Subtitle Bahasa Inggris
Rabu, 29 Oktober 2014
 
Jakarta - Film “99 Cahaya di Langit Eropa the Final Edition” akan tayang serentak di seluruh Indonesia pada Kamis (30/10) besok. Dengan tema toleransi yang universal, film ini akan hadir dengan subtitle bahasa Inggris.

"Banyak sekali permintaan masyarakat yang ingin menayangkan dengan subtitle ini. Hal ini disebabkan oleh banyaknya teman-teman yang sudah membaca bukunya dan ingin mengajak teman teman mancanegara mereka ikut menyaksikan film edisi terakhir dari 99 Cahaya di Langit Eropa. Karena film ini sarat pesan tentang indahnya Islam," kata penulis Hanum Rais dalam keterangannya kepada detikHOT, Rabu (29/10).
 
_____________________________________
 
Arie Keriting Punya Kejutan untuk 'CJR The Movie 2'
Rabu, 29 Oktober 2014
 
Jakarta - Nama Arie Keriting semakin dikenal penikmat film semenjak tampil di 'Comic 8' yang menyedot 1,6 juta penonton. Untuk film terbarunya 'CJR The Movie 2', Arie akan menyiapkan kejutan.

"Akan ada dua scene yang butuh pakai feeling meskipun saya di sini hadir sebagai ice breaker," kata Arie kepada detikHOT di sela-sela syuting di Sydney pada pertengahan Oktober lalu.
 
_____________________________________
 
Penganugerahan Festival Film Anak Digelar
Rabu, 29 Oktober 2014
 
Pusat Kajian Perlindungan Anak (PKPA) menggelar Penganugerahan Festival Film dan Teater Anak 2014. Dalam festival tersebut dihadiri oleh para sineas film dari Kota Medan.

Direktur Executif Pusat Kajian Perlindungan Anak, (PKPA) selaku penyelenggara Misran Lubis, mengatakan, kegiatan ini bertujuan memotivasi anak-anak pencinta film untuk berkarya dan menciptakan berbagai karya film yang terbaik.
"Kami telah terdaftar di Apresiasi Film Indonesia (AFI) dan Festival Film Indonesia (FFI), jadi jangan takut karya mereka nantinya tidak diakui," ujarnya di hadapan para peserta acara penganugerahan Festival Film dan Teater Anak 2014 di Hotel Asean Medan, Sabtu (25/10).
 
_____________________________________
 
Produser Selamat Pagi Malam Bikin Film Komedi Action
Rabu, 29 Oktober 2014
 
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Produser film Selamat Pagi Malam yang juga pimpinan PT Kepompong Gendut, Sammaria Simanjuntak, akan membuat film komedi action yang dimainkan utamanya oleh nenek-nenek.

"Kita akan buat film berikutnya berupa komedi action, dan pemeran utamanya nenek-nenek, seru deh pokoknya," kata Sammaria khusus kepada Tribunnews.com, Selasa (28/10/2014) di wahana acara Tokyo International Film Festival (TIFF).
 
_____________________________________
 
Sutradara Indonesia Bikin Film Pariwisata Okinawa Jepang
Selasa, 28 Oktober 2014
 
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sutradara Indonesia terpilih untuk membuat film pariwisata Kota Nanjo di Okinawa Jepang. Sejak Minggu (26/10/2014) berada di Okinawa untuk waktu seminggu, guna pembuatan film pariwisata tersebut.

Yoseph Anggi Noen, sang sutradara terpilih dari beberapa sutradara lain yang memasukkan proposal sinopsis film, termasuk dari Thailand, Singapura dan Malaysia, untuk pembuatan film Kokoro Odoro atau Pikiran dan Tari.
 
_____________________________________
 
'BULAN TERBELAH DI LANGIT AMERIKA' Bakal Sertakan Gedung WTC
Selasa, 28 Oktober 2014
 
Kapanlagi.com - Satu lagi novel karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra diadaptasi ke layar lebar. Kali ini bertajuk BULAN TERBELAH DI LANGIT AMERIKA yang dipinang oleh rumah produksi Maxima Pictures.

Sama seperti bukunya yang sudah dicetak ulang sebanyak tujuh kali sejak terbit Juli 2014, film akan melakukan pengambilan gambar di Negeri Paman Sam. Kota yang diambil ialah New York dan Washington.
 
_____________________________________
 
Film Layar Lebar Tjokroaminoto Diedit Jadi 150 Menit
Selasa, 28 Oktober 2014
 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Syuting film Guru Bangsa: Tjokroaminoto rampung digarap. Mengambil lokasi syuting di Ambarawa, Semarang, dan Yogyakarta, film yang mengangkat kisah nyata R.H.Oemar Said Tjokroaminoto ini sedang dalam tahap post produksi.

"Ini masih draft pertama, durasinya masih 2 jam 55 menit. Rencananya akan diedit lagi sampai maksimal 2 jam 30 menit," ujar Dewi Umaya, sang produser saat berbincang di kawasan Sisingamaraja, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
 
_____________________________________
 
Herjunot Ali, dari Peran Lelaki Terbuang ke Eksekutif Muda di 'Supernova'
Selasa, 28 Oktober 2014
 
Jakarta - Penonton dibuat terenyuh melihat akting Herjunot Ali sebagai lelaki terbuang di film 'Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck.' Tapi dalam film terbarunya 'Supernova: Kesatria, Puteri dan Bintang Jatuh', Junot mendapat peran yang berbeda 180 derajat.

"Perannya sebagai Ferre, eksekutif muda yang hidup di zaman sekarang. Kehidupannya serba kecukupan, tapi dia nggak menyangka akan jatuh ke dalam sebuah momen yang rumit. Seperti apa? Lihat nanti filmnya," kata Junot memberikan sedikit bocoran kepada detikHOT, Selasa (28/10).
 
_____________________________________
 
Keith Martin Tersentuh dengan Film '99 Cahaya di Langit Eropa the Final Edition'
Selasa, 28 Oktober 2014
 
Jakarta - Acara premiere film “99 Cahaya di Langit Eropa the Final Edition” Senin, (27/10) malam di Djakarta Theater XXI at Sarinah dihadiri tamu dari berbagai kalangan. Salah satunya adalah Keith Martin yang terkesan usai menonton film tersebut.

“Film ini bagus dan menyentuh,” ujar penyanyi dan penulis lagu R&B berkebangsaan Amerika Serikat yang terkenal dengan lagunya yang berjudul "Because of You" itu. Keith juga sempat berkelakar bahwa dia sangat tertarik untuk mengisi scoring music film 'Bulan Terbelah di Langit Amerika' yang baru akan diproduksi tahun depan.
 
_____________________________________
 
'Pasar Film Internasional dari Pemerintah Lebih Baik untuk Beasiswa'
Selasa, 28 Oktober 2014
 
Jakarta - Datangnya pemerintahan baru menerbitkan harapan baru bagi sejumlah insan kreatif di Indonesia. Melalui pernyataan resminya, Persatuan Produser Film Indonesia (PPFI) berharap di pemerintahan baru Jokowi-JK, mengusung juga semangat baru dalam memajukan film, industri serta iklim perfilman di Indonesia.

PPFI berdiri sejak 1956 dan anggotanya mendominasi produksi film nasional di angka 80 persen, dari seluruh peredaran film nasional di Indonesia dalam setiap tahunnya. Sebagai organisasi yang mendominasi pasar film, PPFI mengajak pemerintahan baru merumuskan bersama langkah ke depan memajukan film Indonesia.
 
_____________________________________
 
Rahayu Saraswati: Film 'Gunung Emas Almayer' Sangat Menantang
Selasa, 28 Oktober 2014
 
Jakarta - Setelah sukses berperan sebagai Senja dalam film 'Merah Putih' hingga mendapat gelar penghargaan aktris terbaik pada Festival Film Internasional Bali tahun 2009, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo kembali hadir dalam film terbarunya 'Gunung Emas Almayer'.

Film kolosal ini merupakan wujud cerita dari novel klasik pertama Joseph Conrad yang berjudul "Almayers Folly". “Menjalani proses detail dan panjang dalam casting yang dilakukan oleh U Wei sebagai sutradara, sangat menantang saya untuk bermain total dalam film ini," jelas Rahayu Saraswati yang berperan sebagai Taminah dalam keterangannya, Selasa (28/10).
 
_____________________________________
 
Urbanis Apartementus, Potret Urban Masa Kini
Selasa, 28 Oktober 2014
 
Sekelompok anak muda tinggal di lantai apartemen yang sama, tidak saling kenal dan mulanya tak saling peduli satu sama lain. Dekat, tapi bersekat. Begitulah film Urbanis Apartementus membuka kisah tokoh-tokoh utamanya.

Urbanis Apartementus adalah film multi-plot berdurasi 80 menit yang mengangakat 4 kisah berbeda tapi saling bersinggungan, diarahkan oleh 4 orang sutradara muda Indonesia dari Lingkar Alumni Indie Movie. Film ini mengambil setting sebuah apartemen di pinggiran kota Jakarta, dan memotret kehidupan penghuninya dengan masalah hidup masing-masing dan hubungan mereka dengan orang-orang di sekitarnya. Film drama-komedi ini dikemas apik, dengan cerita yang mengalir lancar menggambarkan kegelisahan anak muda masa kini.
 
_____________________________________
 
Alex Komang Kesulitan Perankan Pedagang Arab di Film Gunung Emas Almayer
Selasa, 28 Oktober 2014
 
Bahkan aktor kawakan seperti Alex Komang sekalipun masih acapkali menemukan kesulitan dan tantangan pada setiap proyek-proyek filmnya. Dan untuk film terbarunya, Gunung Emas Almayer, dialek dan bahasa menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, set film tersebut diambil pada tahun 1830 silam.

"Tahun 1830 itu Indonesia belum lahir, belum juga bahasanya. Jadi saya mendengar banyak bahasa-bahasa asing. Cina, Belanda, Melayu, Arab, juga bahasa-bahasa daerah. Kadang itu membuat saya bingung, hahaha," ungkap aktor 9 Summers 10 Autumns (2013) tersebut saat ditemui di Plaza Senayan, Jakarta. (27/10)
 
_____________________________________
 
Ini Beda '99 CAHAYA DI LANGIT EROPA' Versi Baru
Selasa, 28 Oktober 2014
 
Kapanlagi.com - Sukses mendapatkan hampir dua juta penonton, rumah produksi Maxima Pictures merilis versi baru dari film 99 CAHAYA DI LANGIT EROPA PART 1 dan PART 2. Drama yang diadaptasi berdasar novel bestseller karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra ini dirilis dengan sub judul THE FINAL EDITION.

Dikatakan oleh Yoen K selaku eksekutif produser, film besutan Guntur Soeharjanto ini merupakan gabungan dari dua film yang telah dirilis sebelumnya. Bedanya, cerita akan lebih dipadatkan dalam 90 menit durasi. Tidak hanya itu, akan ada kejutan berupa deleted scenes alias adegan-adegan yang terbuang namun dimasukkan kembali agar cerita lebih menarik.
 
_____________________________________
 
Amien Rais Dukung Pembuatan 'BULAN TERBELAH DI LANGIT AMERIKA'
Selasa, 28 Oktober 2014
 
Kapanlagi.com - Novel terbaru Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra bertajuk BULAN TERBELAH DI LANGIT AMERIKA difilmkan oleh rumah produksi Maxima Pictures. Pembuatan film ini rupanya sangat didukung oleh politisi Amien Rais yang tak lain adalah ayah dari Hanum.

Hal tersebut nampak ketika Amien menghadiri syukuran film meski terlambat dikarenakan kesibukannya. Sambil tersenyum, Amien mengaku bersyukur bila anak dan menantunya membuat perjalanan ke luar negeri tak hanya jadi ajang jalan-jalan.
 
_____________________________________
 
Produksi Film 'Bulan Terbelah di Langit Amerika' Berencana Libatkan Artis Hollywood
Selasa, 28 Oktober 2014
 
Jakarta - Dengan tayangnya film '99 Cahaya di Langit Eropa The Final Edition', maka berakhirlah kisah dari Rangga dan Hanum di Eropa. Lembaran lain dalam kisah mereka akan berlanjut di film 'Bulan Terbelah di Langit Amerika'.

'Bulan Terbelah di Langit Amerika' diangkat dari novel best seller karya Rangga Almahendra dan Hanum Rais yang telah cetak ulang hingga tujuh kali dalam empat bulan pertama edar sejak Juni 2014. Novel ini menceritakan tentang keterkaitan antara Islam dengan Amerika yang seolah terbelah pasca peristiwa 9-11 WTC.
 
_____________________________________
 
99 Anak Yatim Hadiri Premiere '99 Cahaya di Langit Eropa The Final Edition'
Selasa, 28 Oktober 2014
 
Jakarta - Sebelum ditayangkan secara serentak di seluruh bioskop di Indonesia pada tanggal 30 Oktober mendatang, film '99 Cahaya di Langit Eropa Final Edition' terlebih dahulu menggelar premiere di Djakarta Theater XXI Sarinah, Jakarta Pusat, Senin (27/10).

Pada acara ini juga diadakan syukuran atas keberhasilan film '99 Cahaya di Langit Eropa' yang mencapai total dua juta penonton. Selain itu, nonton bareng premiere '99 Cahaya di Langit Eropa Final Edition' ini juga mengundang 99 anak yatim.
 
_____________________________________
 
Selasa, 28 Oktober 2014
 
TEMPO.CO, Jakarta - Film bergenre komedi berjudul Tak Kemal Maka Tak Sayang dirilis perdana pada 23 Oktober 2014. Salah satu pemerannya ialah Rayi yang juga salah satu personil dari grup musik RAN. Bagi Rayi, yang berperan sebagai Khalil, ini adalah pengalamannya mencicipi dunia seni peran. Pengalaman baru pun banyak didapatkan oleh pria pemilik nama lengkap Rayi Putra Rahardjo ini.

"Seru sih prosesnya seru, syutingnya tapi mungkin lebih capek daripada musik. Karena ini kan syutingnya dari pagi sampai sore," jelas Rayi saat ditemui seusai press screening Tak Kemal Maka Tak Sayang di Plaza Senayan, Jakarta, belum lama ini.
 
_____________________________________
 
Bintang 'X-Factor' Australia Emmanuel Kelly Akan Muncul di 'CJR The Movie 2'
Senin, 27 Oktober 2014
 
Melbourne - Aldi, Kiky dan Iqbaal berbinar ketika bertemu dengan musisi inspiratif Emmanuel Kelly. Bintang X-Factor Australia itu ikut tampil dalam produksi film 'CJR The Movie 2' yang salah satu lokasi syutingnya bertempat di Melbourne, Australia.

"Beruntung bisa bertemu langsung dengan musisi inspiratif seperti Emmanuel," kata Kiky di sela-sela syuting yang dihadiri detikHOT.
 
_____________________________________
 
'Bulan Terbelah di Langit Amerika' Siap Diproduksi Maret 2015
Senin, 27 Oktober 2014
 
Jakarta - '99 Cahaya di Langit Eropa: the Final Edition’ adalah seri ketiga, yang merupakan kompilasi dari bagian pertama dan kedua. Dalam seri ketiga ini, penonton dapat menikmati perjalanan Islam di Eropa yang ternyata tidak hanya mengajarkan mereka tentang hayat ilmu pengetahuan tapi juga kemajemukan dan keyakinan abadi.

Dengan tayangnya film ‘99 Cahaya di Langit Eropa: the Final Edition’ pada 30 Oktober mendatang, maka berakhirlah sudah kisah perjalanan dari Rangga dan Hanum di benua Eropa. Kisah perjalanan mereka akan berlanjut di Film ‘Bulan Terbelah di Langit Amerika’.
 
_____________________________________
 
Rumah Gurita Hapus Keraguan Boy William Terhadap Film Horor
Senin, 27 Oktober 2014
 
Boy William memang selama ini lebih dikenal sebagai seorang pembawa acara. Namun dirinya sudah beberapa kali menyandang status aktor lewat layar lebarnya seperti Mama Cake (2012) dan Potong Bebek Angsa (2012). Dan kali ini, Boy terlihat sibuk dalam mempromosikan film terbarunya yang berjudul Rumah Gurita.

Ya, ini adalah debut Boy membintangi film horor. Pria yang baru saja berulangtahun ke-23 pada 17 Oktober kemarin ini mengaku Rumah Gurita adalah film yang berbeda daripada horor-horor kebanyakan.
 
_____________________________________
 
Urbanis Apartementus: Kehidupan Spesies Apartemen
Senin, 27 Oktober 2014
 
Dulu manusia hidup dekat supaya hangat, kini manusia hidup dekat dalam sekat. Begitulah spesies dalam film Urbanis Apartementus. Kelompok manusia urban yang tinggal di apartemen. Urbanis Apartementus adalah film panjang pertama karya Lingkar Alumni Indie Movie. Mereka menggabungkan empat segmen cerita yang berbeda ke dalam sebuah lokasi yaitu apartemen. Sebuah film multiplot yang digarap oleh 4 sutradara sekaligus dengan beragam konflik namun akhirnya menyatu.

Semua penghuni apartemen punya cerita yang berbeda namun bersatu dalam akhir yang indah. Meski tinggal di dalam sekat, ternyata ada harapan, cinta dan keluarga dalam apartemen. Empat segmen cerita yang berbeda mampu bersatu tanpa membuat penontonnya kebingungan. Keseluruhan cerita menjadi utuh dalam latar apartemen. Apalagi masing-masing segmen memiliki bumbu komedi. Sepakat jika film ini disebut drama komedi.
 
_____________________________________
 
Lucky Kuswandi Bangga Film Garapannya Ditayangkan di Festival Film Tokyo
Minggu, 26 Oktober 2014
 
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sutradara film muda yang satu ini memang hebat, berhasil memasuki penayangan film di Festival Film Internasional Tokyo (TIFF). Satu-satunya film Indonesia yang ditayangkan di dalam TIFF ke-27 di akhir Oktober 2014 ini.

"Cukup surprise juga saya film bisa masuk TIFF ditayangkan di Jepang, karena ini adalah festival film bergengsi di dunia," kata Lucky Kuswandi khusus kepada Tribunnews.com, Minggu (26/10/2014).
 
_____________________________________
 
100 Juri Akan Tentukan Para Pemenang FFI 2014
Minggu, 26 Oktober 2014
 
Kapanlagi.com - 100 Juri dipastikan untuk katagori film bioskop akan terlibat memilih pemenangnya di Festival Film Indonesia (FFI) 2014 yang akan digelar di Palembang pada Desember mendatang.

Perubahan dalam pelaksanakaan penyelenggaraan ini diungkapkan Ketua Umum Pelaksana FFI 2014, Kemala Atmojo akan jadi sejarah baru dalam FFI, seperti yang dituturkan pada tempo hari secara ekslusif kepada IndonesianFilm.net.
 
_____________________________________
 
Film Dokumenter Udin Years of Blur Diputar di Malang
Minggu, 26 Oktober 2014
 
MALANG - Film dokumenter jurnalis Harian Bernas Yogyakarta yang terbunuh 18 tahun lalu, Udin, diputar di Malang, Minggu (26/10/2014) malam. Pemutaran film ini digelar di Warung Kelir Kota Malang sekira pukul 19.00 WIB.

Sejumlah organisasi jurnalis, mahasiswa, serta masyarakat menyaksikan film dokumenter berdurasi 40 menit ini. Setelah pemutaran, dilakukan diskusi dengan penonton untuk mengenang Udin, jurnalis yang dibunuh karena berita.
 
_____________________________________
 
Film Solit4ire, Kisah Horor Modern yang Berbeda
Sabtu, 25 Oktober 2014
 
TEMPO.CO, Jakarta - Layar bioskop nasional pada pengujung bulan ini menampilkan film Solit4ire. Kisah horor dikemas dalam cerita modern tanpa menyuguhkan bumbu seks ini bakal hadir pada 23 Oktober mendatang.

Dodo Brasco, produser dari Happyfriends, berharap film Solit4ire ini bisa memberikan warna baru bagi genre film horor di negeri ini. Selama ini, Dodo menyebut, film-film horor kerap dihadirkan dengan bungkusan cerita yang mengeksploitasi seksualitas dan erotisme wanita.
 
Produsen Film Habibie-Ainun Gelar Syukuran
Produsen Film Habibie-Ainun Gelar Syukuran
Produsen Film Habibie-Ainun Gelar Syukuran
 
Hai semua,

Kompetisi FilmBox period Juli - September 2014 telah resmi ditutup.

Berikut ini adalah pemenang Kompetisi FilmBox tersebut:

1. Film pemenang Kompetisi FilmBox pilihan Juri tamu (Orlow Seunke) adalah:


" Altitude Alto " oleh Sutradara : Sutradara : Aditya Prabaswara

Berikut komentar Orlow mengenai pemenang pilihannya:

"Saya pernah memproduksi beberapa film animasi ; Saya pikir film ini merupakan ide yang bagus . Anda dapat melakukan hal-hal yang tidak mungkin dengan animasi. Untuk alasan yang sama saya suka Altitude Alto . Dengan menggunakan genre animasi dalam bercerita , mencampur keadaan sehari-hari dengan fantasi anak . Durasi film yang pas. Animasi yang halus dan tidak terlalu lambat . Sound yang bagus dan musik yang cocok ".

.2. Film pemenang Kompetisi FilmBox Special Mention dari IdFilmCentre adalah:

Transparan  karya Sutradara : Sutradara : Gamma Patriono

Berikut adalah motivasi dari IdFilmCenter  untuk pemenang pilihan mereka:

"Film ini dimaksudkan untuk menjadi lucu dan itu tersampaikan, ini lucu, Cara akting yang sama untuk semua aktor, menandakan itu adalah gaya sutradara untuk film ini. Film ini dibuat secara profesional dan memiliki akhir yang mengejutkan"

 

Selamat kepada pemenang!

_________________________________________
 
INSOMNIA 2015
 
INSOMNIA 2015 mengusung tema “BUDAYA DAN WARISAN BANGSA INDONESIA” yang merupakan film - film pendek yang akan menceritakan kisah mengenai budaya dan warisan bangsa Indonesia yang unik dengan mengetengahkan pendidikan dan nilai - nilai moral serta memiliki pesan kuat dalam ceritanya baik secara tersirat maupun tersurat. Jadwal pengumpulan film pada tanggal 10 Agustus 2014 – 28 Februari 2015 (Cap Pos). Durasi film maksimal 15 menit. Film adalah produksi tahun 2013/2014/2015. Keterangan lebih lanjut lihat di sinema60jakarta.com
 

Documentary Days Videos Competition 2014

Documentary Film Competition adalah salah satu rangkaian acara dalam Documentary Days 2014. Documentary Film Competition adalah kompetisi film-film dokumenter yang bertujuan untuk memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para kreator film-film dokumenter di seluruh Indonesia. Pendaftaran dibuka dari tanggal 1 Juli 2014 sampai 30 Oktober 2014. Peserta harus mengirimkan film dokumenter yang bertema “Voice of the Voiceless: Speaking on Behalf of The Unheard”. Tahun produksi 2010-2014.Durasi film dokumenter maksimal 30 menit, termasuk untuk title dan credit. Keterangan lebih lanjut lihat di documentarydaysfeui.com

 
 
 
 
 
 

Festival Film Pelajar Jogya (FFPJ) 2014

Festival Film Pelajar Jogja adalah ruang belajar bersama, berbagi dan silaturahmi komunitas dan karya film pelajar tingkat sekolah menengah atas dan yang setara. Kategori karya FIKSI (live action & animasi), DOKUMENTER dan VIDEO MUSIK. Tema bebas. Tahun produksi 2014. Durasi maksimal 10 (sepuluh) menit (sudah termasuk opening dan credit title). Pengiriman karya paling lambat lambat 1 Nopember 2014 (cap pos). Keterangan lebih lanjut lihat di filmpelajar.com

 

 

_________________________________________

Jadwal Pemutaran Film Untuk Pusat Kebudayaan pada Bulan Oktober 2014

Institut Francais Indonesia (IFI), Jakarta
Pusat Kebudayaan Perancis
Pemutaran film pukul 13:00 WIB
 
IFI Salemba
Belum ada jadwal
 
IFI Wijaya
Belum ada jadwal
 
Institut Francais Indonesia (IFI), Bandung
Pusat Kebudayaan Perancis
Pemutaran film setiap Senin pukul 17:00 WIB
Belum ada jadwal
 
Goethe Haus Jakarta
Pemutaran film  ARTHOUSE CINEMA Fokus: Werner Herzog
 
Werner Herzog Filmemacher, Fitzcarraldo, Gasherbrum – der leuchtende Berg, Wodaabe – die Hirten der Sonne, Aguirre der Zorn Gottes
14-15 Oktober 2014 Pukul 18:00 WIB
 
Erasmus Huis Jakarta
Pemutaran film pukul 13:30 WIB & 16:00 WIB
Belum ada jadwal
 
Istituto Italiano di Cultura
Pemutaran film pukul 19:00 WIB
Belum ada jadwal

Japan Foundation
Pemutaran film 
Belum ada jadwal
 
Pusat Kebudayaan Korea
Pemutaran film
Belum ada jadwal
 
Bentara Budaya Jakarta
Belum ada jadwal
 
Bentara Budaya Bali
Belum ada jadwal

___________________________________________

Program Kineforum : Program Oktober 2014
 
                         
 

 

 

 

 

Tentang Indonesian Film Center | Kebijakan Privasi | Berkas Hukum | Periklanan | Bantuan | Kontak kami