Login | Daftar
Semua Daftar Pesanan
Kosong
IdFilmCenter
@idfilmcenter
Beritahu teman
Berita
Messageboard
Blog
Bantuan
Kontak kami
Beri donasi ke Indonesian Film Center. Bantu kami melestarikan dan merestorasikan Materi Audio-Visual Indonesia. Lihat juga Tentang kami.
Berita Terbaru
IdFilmCenter News & Agenda
Jurnalis Ini Mengisi Keringnya Film Komedi di Layar Bioskop
Jumat, 17 April 2015
 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jack Hutabarat, jurnalis film senior, memberanikan diri membesut film drama komedi berjudul 'Canda Canda Cinta'.
 
Film produksi perdana JC Film itu, melibatkan sejumlah pemain, antara lain, Roy Marten, Toro Margens, Septian Dwi Cahyo,Ratna Listy, Angel Karamoy, Misye Arsita, Gogon Srimulat, serta pendatang anyar, Cecilia dan Afdal Yusman.
 
_____________________________________
 
Referensi Film HOS Tjokroaminoto Banyak Bersumber dari Belanda
Jumat, 17 April 2015
 
TRIBUNNEWS.COM – Eksekutif Produser Film HOS Tjokroaminoto, Erik Hidayat, mengaku membutuhkan riset hingga dua tahun sebelum dirinya benar-benar yakin mulai memproduksi film bergenre sejarah tersebut.
 
"Butuh waktu sekitar dua tahun untuk riset karena memang tidak banyak sejarawan atau literatur Indonesia yang menjelaskan HOS Tjokroaminoto," kata Erik saat menggelar bedah film di Universitas Riau bersama dengan pemeran utama Putri Ayudhya di Pekanbaru, Kamis.
 
_____________________________________
 
Kemendikbud Gelar Nobar dan Diskusi Film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku
Jumat, 17 April 2015
 
Masih dalam rangka memperingati Hari Film Nasional, Kemendikbud kembali menggelar acara nonton bareng (Nobar) film Indonesia. Kali ini, film yang diputar adalah jawara Festival Film Indonesia 2014, Cahaya Dari Timur: Beta Maluku (2014). Bertempat di Gedung A kantor Kemendikbud di bilangan Senayan ini, nobar tersebut juga dihadiri oleh beberapa pihak yang mewakili film yang dibintangi oleh Chicco Jerikho tersebut. 
 
Sebelum acara utama, yaitu nobar dimulai tepat pukul 19.00 WIB, acara diawali dengan diadakannya diskusi yang mengangkat tema perfilman nasional, khususnya film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku. Turut menjadi pembicara atau narasumber adalah, Angga Dwimas Sasongko (sutradara), Glenn Fredly (Produser), Anggia Kharisma (Produser), Aufa Assegar (Aktor), Shafira Umm (Aktris), dan M. Irfan Ramli (Penulis).
 
_____________________________________
 
"ANNEMIE IN BUITENGEWESTEN' Kenalkan Budaya Asahan Kepada Dunia
Kamis, 16 April 2015
 
Kapanlagi.com - Nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki bangsa ini merupakan warisan budaya sangat kaya. Nilai-nilai tersebut merupakan modal dasar dalam pembentukan jati diri dan karakter bangsa. "Oleh karena itu, diperlukan revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal tersebut dengan cara menghidupkan kembali dan menempatkannya dalam konteks kekinian," tutur aktor senior dan budayawan Pong Hardjatmo, pada acara 'Bincang Kearifan Budaya Asahan', yang berlangsung di Rumah Seni Pemersatu Jiwa Humaniora Foundation, Kranggan Permai, Cibubur Jakarta.
 
_____________________________________
 
Ini Minusnya Film Tjokroaminoto Menurut Garin
Kamis, 16 April 2015
 
TEMPO.CO, Bandung - Sutradara Garin Nugroho mengakui beberapa kelemahan dalam film besutan terbarunya, Guru Bangsa Tjokroaminoto. Kekurangan itu tersebar di beberapa titik alur cerita hingga akting pemainnya.

Seorang penonton film tersebut, Sunaryo memuji hasil film secara umum, terutama kostum yang ditata apik. Namun perupa senior itu merasa ada yang kurang dari sosok Tjokroaminoto. "Partisipasi rakyat tidak tergambar muncul," katanya dalam diskusi proses pembuatan film tersebut di Bale Handap Selasar Sunaryo Art Space, Bandung, Kamis siang, 16 April 2015.
 
_____________________________________
 
Garap film Tjokroaminoto butuh riset dua tahun
Kamis, 16 April 2015
 
Pekanbaru (ANTARA News) - Eksekutif Produser Film HOS Tjokroaminoto, Erik Hidayat, mengaku membutuhkan riset hingga dua tahun sebelum dirinya benar-benar yakin mulai memproduksi film bergenre sejarah tersebut.

"Butuh waktu sekitar dua tahun untuk riset karena memang tidak banyak sejarawan atau literatur Indonesia yang menjelaskan HOS Tjokroaminoto," kata Erik saat menggelar bedah film di Universitas Riau bersama dengan pemeran utama Putri Ayudhya di Pekanbaru, Kamis.
 
_____________________________________
 
Film 'Bulan Di Atas Kuburan' Ajak Penonton Pulang Kampung
Kamis, 16 April 2015
 
Jakarta - Cerita yang kuat dalam film remake 'Bulan Di Atas Kuburan' diyakini para pemainnya mampu menimpulkan efek provokatif bagi penonton. Setidaknya, mampu membuat penontonnya ingin pulang kampung.

"Film ini bisa mengajak orang untuk pulang kampung dan membangun kampungnya sendiri. Mungkin mereka akan memilih untuk tidak pergi ke Jakarta atau kota besar lainnya yang tidak menjanjikan apa-apa," ungkap pemeran karakter Sahat, Rio Dewanto kepada detikHOT saat berbincang di Kawasan Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.
 
_____________________________________
 
Indro Warkop: Sekuel 'COMIC 8' Banyak Kejutan, Lebih Dahsyat!
Kamis, 16 April 2015
 
Kapanlagi.com - COMIC 8 besutan sutradara Anggy Umbara menjadi salah satu film terlaris tahun lalu. Hingga pada perayaan HFN alias Hari Film Nasional 30 Maret lalu, film komedi ini menerima Piala Antemas dari Presiden Joko Widodo. Tentunya prestasi ini cukup membanggakan bagi Anggy, pemain dan seluruh kru.
 
Kini, sejak Desember tahun lalu, sekuel film komedi ini telah menjalani syuting. Berjudul COMIC 8: CASINO KINGS, film ini akan dibintangi deretan komedian terlucu tanah air. Salah satunya adalah yang paling legendaris, Indro Warkop.
 
_____________________________________
 
'BULAN DI ATAS KUBURAN', Bukti Nyata Lintas Generasi Bintang Film
Kamis, 16 April 2015
 
Kapanlagi.com - Mengangkat kembali sebuah cerita lama, bukan berarti tak menyuguhkan kesegaran untuk penontonnya. Hal itu dibuktikan melalui karya terbaru sutradara ternama Edo WF Sitanggang yang berjudul BULAN DI ATAS KUBURAN.
 
BULAN DI ATAS KUBURAN memang merupakan sebuah karya remake dari film dengan judul yang sama di tahun 1973 silam. Kisah yang diadaptasi dari sajak karya Sitor Situmorang ini akan menceritakan kisah dua pemuda Samosir yang merantau ke ibu kota.
 
_____________________________________
 
Hanna Al Rasyid Tak Kesulitan Adegan Fighting
Kamis, 16 April 2015
 
JAKARTA - Keterlibatan Hanna Al Rasyid dalam film Comic 8: Casino Kings, tidak memiliki banyak kesulitan baginya. Meskipun adegan tersebut banyak mengandung unsur action.
 
Menurut Hanna, pengalamannya dalam seni bela diri pencak silat membuatnya ia mudah melakukan berbagai adegan action.
 
_____________________________________
 
Ledakan, Ketegangan dan Komedi di Video Teaser Trailer 'Comic 8: Casino Kings'
Rabu, 15 April 2015
 
Jakarta - Sekuel film 'Comic 8' berjudul 'Comic 8: Casino Kings' sedang dalam tahap editing. Sebelum sampai secara lengkap di bioskop, lebih dulu 'Comic 8: Casino Kings' merilis video teaser trailer.

Bukan versi finalnya, tapi video berdurasi 1 menit itu sanggup membuat napas penonton tertahan. Dimulai dengan adegan penjara di mana dokter gila alias Dr. Pandji mendekam dalam sel. Tatapannya misterius ke arah dinding, ada gambar orang yang sepertinya menjadi target di sana.
 
_____________________________________
 
Pesona Al Ghazali - Verrell Bramasta di 'LDR' Ini Luluhkan Hatimu
Rabu, 15 April 2015
 
Kapanlagi.com - Pertengahan Januari lalu, dua aktor muda nan ganteng dan penuh pesona ini bertolak ke Italia untuk menjalani syuting. Tak banyak plot yang diungkap Al Ghazali dan Verrell Bramasta saat itu, mereka hanya memberikan clue lewat tagar #LDR. Dan ternyata rasa penasaran kita akan terpuaskan lewat trailer perdana LDR ini.
 
Film yang disutradarai oleh Guntur Soeharjanto ini mengambil lokasi di beberapa kota cantik Italia, termasuk Verona dan Venice. Ternyata, LDR ini romantis banget, lho. 
 
_____________________________________
 
Penayangan Film Miss Call Ditunda karena Film Hollywood
Rabu, 15 April 2015
 
JAKARTA - Rencana penayangan film Miss Call yang seharusnya tayang pada tanggal 23 April harus ditunda hingga tayang tanggal 30 April 2015. Namun begitu, sebagai pemain film Miss Call, Marcell Darwin merasa tak terlalu kecewa.
 
"Saya sih tergantung produser yang penting tayang," ungkap Marcell saat di jumpai di Menara Global, Jakarta.
 
_____________________________________
 
Dapat Penghargaan Internasional, Film Indonesia Ini 2 Tahun Belum Tayang
Rabu, 15 April 2015
 
Solopos.com, JAKARTA – Film horor bertajuk Let’s Play Ghost, garapan sutradara Damien Dematra, baru saja mendapatkan penghargaan Film Asing Terbaik di ajang festival film bergengsi Canada International Film Festival. Film ini ternyata hingga saat ini belum mendapatkan jadwal tayang di bioskop Tanah Air Indonesia.
 
Film horor yang tidak mengandalkan “resep paha dan dada” seperti yang tersaji selama ini, bahkan sudah menunggu hingga lebih dari 2 tahun untuk mendapatkan jam tayang tersebut, sementara film tersebut selama ini sering mendapatkan penghargaan di sejumlah ajang festival film internasional.
 
_____________________________________
 
Australia Puji Eksplorasi Reformasi dalam 'Di Balik 98'
Selasa, 14 April 2015
 
Jakarta, CNN Indonesia -- Film Di Balik 98 menjadi salah satu yang diputar dalam Indonesian Film Festival di Australia tahun ini. Debut Lukman Sardi sebagai sutradara itu langsung mendapat sambutan meriah. Australia menganggapnya sebagai tonggak demokrasi di Indonesia.

Di mata mereka, difilmkannya peristiwa reformasi tahun 1998 membuktikan bahwa Indonesia sudah tak lagi dicengkeram tirani. "Setelah tiga dekade sensor film di bawah Presiden Soeharto, industri film Indonesia berkembang," demikian tulis situs berita ABC.
 
_____________________________________
 
Buyut Nike Ardilla adalah Bintang Film Pertama Indonesia
Selasa, 14 April 2015
 
Metrotvnews.com, Jakarta: Era awal film Indonesia sering dianggap berpangkal pada film "Darah dan Doa". Hari pertama syuting film arahan sutradara Usmar Ismail itu kemudian dijadikan Hari Film Nasional.

Jauh sebelum "Darah dan Doa" diproduksi tahun 1950, sebelum Indonesia lahir, industri film sudah mulai tumbuh di tanah Jawa. Orang-orang Belanda dan Tiongkok pada era 1920-an sudah memutar film bisu sebagai komoditas hiburan di kota-kota besar.
 
_____________________________________
 
Wajib Tahu, Ini Alasan Glenn Fredly Ketagihan Jadi Produser Film
Selasa, 14 April 2015
 
Kapanlagi.com - Makin dewasa, makin berkualitas. Mungkin anggapan inilah yang ingin ditampilkan oleh solois favorit para wanita, Glenn Fredly. Setelah menjalani kurang lebih 20 tahun berkarya di industri kreatif Indonesia, pria 40 tahun rupanya makin mengembangkan bakat dan kemampuannya.
 
Salah satu profesi baru yang ia tekuni adalah dengan menjadi produser film. Setelah pada 2014 lalu ia memproduseri film CAHAYA DARI TIMUR, tahun ini ia terjun dalam film yang diangkat dari kumpulan cerpen karyaDewi Lestari, FILOSOFI KOPI.
 
_____________________________________
 
Personil JKT48 Main Film Horor Wewe
Selasa, 14 April 2015
 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Personil JKT48, Nabilah Ratna Ayu Azalia, ikut main film horor berjudul "Wewe ".
 
"Dalam film ini Nabilah berperan sebagai gadis berusia 15 tahun bernama Luna. Ia merupakan gadis yang pemberani dan sangat sayang dengan adiknya.
 
_____________________________________
 
Rizal Mantovani Tertarik Filmkan Pangeran Diponegoro
Selasa, 14 April 2015
 
JAKARTA – Baru selesai membuat film WeweRizal Mantovani tertarik membuat film lagi. Ia terobsesi memfilmkan Pangeran Diponegoro.
 
Rizal Mantovani memang sudah punya rencana baru setelah proyek film Wewe selesai. Ia tertarik membuat film bertemakan Nasionalisme.
 
_____________________________________
 
Wewe: Perpaduan Film The Conjuring, Insidious dan Mama
Selasa, 14 April 2015
 
Liputan6.com, Jakarta Untuk penikmat film horor, siap-siap dibuat terkejut lewat kehadiran Wewe. Film besutan Rizal Mantovani ini mengangkat mitologi setan dari Indonesia, Wewe Gombel. Uniknya, film Wewe dikemas mirip dengan alur cerita perpaduan dari horor Hollywood The Conjuring, Mama dan Insidious. Ditambah lagi, musik garapan Andi Rianto makin membuat suasana mencekam film produksi Rapi Film ini.

"Sebenarnya cerita horor di rumah, sudah lama ada. Seperti ada photorize zaman dulu tahun 1980-an, bukan karena efek The Conjuring, tapi ada film dengan karakter sendiri. Saya melihat kok ternyata setting sebuah keluarga di kita (Indo) belum ada nih," kata Rizal Mantovani, ditemui di premier film Wewe di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2015).
 
_____________________________________
 
Ada Karakter Tambahan di Film Remake 'Bulan Di Atas Kuburan'
Selasa, 14 April 2015
 
Jakarta - Tak ingin sekedar membuat ulang, sutradara Edo WF Sitanggang dan penulis naskah Dirmawan Hatta juga menambahkan karakter baru dari film 'Bulan Di Atas Kuburan'. Yaitu seorang perempuan cantik bernama Anisa.

Karakter Anisa diperankan oleh aktris pendatang baru, Annisa Pagih. Pemeran baru dari film remake 1973 silam karya Asrul Sani tadinya sama sekali tidak ada. Seperti apa karakternya? Berikut bocoran Annisa Pagih saat berbincang dengan detikHOT di sebuah kafe di Bilangan Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.
 
_____________________________________
 
Urbanisasi Jadi Isu Utama Film 'Bulan Di Atas Kuburan'
Selasa, 14 April 2015
 
Jakarta - Film 'Bulan Di Atas Kuburan' garapan sutradara Edo WF Sitanggang menampilkan isu utama yang membuat filmnya istimewa. Yaitu, cerita tentang urbanisasi.

Urbanisasi yang berarti perpindahan dari desa ke kota itu menjadikan film 'Bulan Di Atas Kuburan' sangat berhubungan dengan kondisi penduduk dunia hingga saat ini. Bagaimana orang desa berharap banyak dengan kota besar, padahal kota besar itu tidak pernah menjanjikan apa-apa selain rasa sakit.
 
_____________________________________
 
Film "Siti" Disambut Baik di Festival Film Indonesia di Melbourne
Selasa, 14 April 2015
 
Film Siti besutan sutradara Eddie Cahyono diputar di hari kelima Indonesian Film Festival (IFF) 2015, yang digelar di Melbourne. Para pencinta film menyambut baik film yang dibuat dalam format hitam putih ini.
 
Film 'Siti' untuk pertama kalinya diputar di di Australia, hari Senin (13/04) dalam ajang Festival Film Indonesia yang digelar di Melbourne.
 
_____________________________________
 
Bulan Di Atas Kuburan, Indonesia yang Tidak Kunjung Maju
Selasa, 14 April 2015
 
SunshinePictures, MAV Production, dan FireBird Films mempersembahkan satu film terbarunya yang berjudul Bulan Di Atas Kuburan. Film yang mempunyai hashtag bukan film horor ini merupakan sebuah remake dari film dengan judul sama yang pernah diproduksi tahun 1973. Film karya Asrul Sani tersebut yang sarat dengan kondisi sosial di Indonesia, dinilai sangat relevan dengan keadaan sosial yang tengah terjadi di Indonesia kini. Adapun fillm Bulan Di Atas Kuburan yang terinspirasi dari sajak karya Alm. Sitor Situmorang yang berjudul Malam Lebaran, karya Asrul Sani pernah memenangkan Festival Film Indonesia (FFI) 1975.

Sutradara film Bulan Di Atas Kuburan, Edo WF Sitanggang (produser film Toilet Blues) mengungkapkan kondisi sosial kini dan dulu itu memiliki kemiripian. Ia melihat kini banyak manusia yang mengalami krisis lupa jadi manusia.
 
_____________________________________
 
2 Film Indonesia Rajai Canada International Film Festival
Selasa, 14 April 2015
 
Bisnis.com, JAKARTA - Dua film Indonesia yang bertajuk I'M Star meraih Rising Star Award di kategori Family Film Competition dan juga film berjudul Let's Play Ghost dalam kategori Film Asing Terbaik dalam ajang festival film bergengsi Canada International Film Festival.
 
Tepat pukul 8 malam di hari Minggu waktu Vancouver, Canada atau sekitar pukul 10.00 wib di hari Senin waktu Jakarta, Indonesia, prestasi yang mengharumkan bangsa Indonesia terukir di Festival Film bergengsi Canada International Film Festival.
 
_____________________________________
 
Shaheer Sheikh Pamer Aksi Bertarung di Video Trailer 'Turis Romantis'
Selasa, 14 April 2015
 
WowKeren.com - Mahaka Pictures kembali merilis video trailer untuk film "Turis Romantis". Tampaknya, pihak produksi ingin kembali membuat para penggemar penasaran untuk melihat debut akting Shaheer Sheikh di film tersebut. 

Berbeda dengan sebelumnya, video trailer kali ini justru menampilkan aksi bertarung Shaheer yang memerankan karakter Mr. Azan Khan di "Turis Romantis". Dalam video tersebut, ia tampak memasuki sebuah gudang tak terpakai sambil menyeret kopernya.
 
_____________________________________
 
Rizal Mantovani Coba Ungkap Vampire ala Indonesia
Selasa, 14 April 2015
 
JAKARTA - Ketertarikan Rizal Mantovani dengan cerita sosok Wewe yang sudah melegenda di Tanah Air akhirnya terwujud setelah merampungkan filmnya yang berjudul Wewe.
 
Menurutnya, ada beberapa perbedaan dari sosok menyeramkan yang dimiliki Tanah Air dan negara-negara luar seperti Amerika.
 
_____________________________________
 
Guratan Pena Dewi Lestari Dalam Perfilman Indonesia
Senin, 13 April 2015
 
Sejak diproduksinya film Perahu Kertas (2012) oleh StarVision dan Mizan Production, secara beruntun karya-karya Dewi "Dee" Lestari menjadi komoditas panas dalam perfilman tanah air. Menyusul Perahu Kertas 1 dan 2, karya lainnya yang dilirik oleh produser adalah Madre dan Rectoverso (2013) serta Supernova: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh (2014). Filosofi Kopi (2015) menjadi film layar lebar keenam yang diadaptasi dari karya-karyanya.
 
Film-film yang diangkat dari karya Dee pun punya rekam jejak yang membanggakan jika ditilik dari sisi komersil. Dari data yang tercatat di filmindonesia.or.id, Perahu Kertas 1 dan 2 berhasil masuk dalam jajaran 10 besar film terlaris di tahun 2012.Perahu Kertas menempatkan dirinya di posisi ke-5 dengan jumlah penonton sebanyak 596.231 sedangkan Perahu Kertas 2 meraih hasil lebih sedikit yakni 393.653 penonton saja. Namun toh penurunan jumlah penonton itu masih menempatkan Perahu Kertas 2 di posisi 9 film terlaris tahun 2012.
 
_____________________________________
 
Soekarno Raih Piala di Festival Film ASEAN
Senin, 13 April 2015
 
Untuk kedua kalinya, ajang ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA) dilaksanakan di kota Kuching, Sarawak, Malaysia. Ajang dua tahunan ini melombakan film-film dari negara-negara Asia Tenggara, dengan puncaknya di acara malam penganugerahan AIFFA 2015 pada 11 April kemarin. Indonesia pun berhasil membawa pulang satu piala, yaitu kategori Best Screenplay untuk film Soekarno, yang diberikan kepada Ben Sihombing. Tetapi, berhubung Ben tidak hadir, penerimaan piala diwakili oleh ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI), Kemala Atmodjo.

"Saya bukan Ben, melainkan ketua Badan Perfilman Indonesia, negara yang setiap tahun menghasilkan 100 judul film. Terima kasih untuk dewan juri, terima kasih untuk komite, dan I love Kuching," ucap Kemala, dalam sambutannya.
 
_____________________________________
 
Al Ghazali, Mentari de Marelle dan Verrell Bramasta di Poster 'LDR'
Senin, 13 April 2015
 
WowKeren.com - Dua artis remaja yang sedang dielu-elukan kaum hawa kini bertemu dalam satu layar. Mereka adalah Verrell Bramasta dan Al Ghazali. 

Keduanya dipercaya sebagai bintang utama dalam film "LDR" yang tak lama lagi hadir di bioskop-bioskop Indonesia. Menyusul beberapa foto syuting yang kerap diunggah para pemainnya, poster film garapan Maxima Pictures ini akhirnya resmi dirilis. 
 
_____________________________________
 
Perdana, Trailer Film Shaheer Sheikh 'TURIS ROMANTIS' Sudah Rilis
Senin, 13 April 2015
 
Kapanlagi.com - Para penggemar Arjuna ganteng Shaheer Sheikh patut gembira. Film terbaru dan pertamanya di Indonesia akan segera tayang di bioskop pada 23 April mendatang.
 
Buat yang belum tahu, Shaheer bermain dalam sebuah film drama komedi berjudul TURIS ROMANTIS. Diproduseri oleh Hanung Bramantyo, film ini juga dibintangi oleh aktris cantik Kirana Larasati dan aktor Mike Lucock.
 
_____________________________________
 
Rizal Mantovani Bantah Film Wewe JiplakCounjuring
Senin, 13 April 2015
 
JAKARTA - Kesuksesan film Counjuring di tahun 2014 banyak menginspirasi filmaker. Bahkan dalam film Wewe garapan Rizal Mantovani dikabarkan ada beberapa adegan yang mirip dengan adegan film Counjuring.
 
Namun, sebagai sutradara, Rizal membantah jika filmnya tersebut terinspirasi dari film Counjuring.
 
_____________________________________
 
Boy William Beberkan Alasannya Main di Film 'Tarot'
Senin, 13 April 2015
 
WowKeren.com - Shandy Aulia dan Boy William tengah terlibat pembuatan film terbaru mereka yakni "Tarot". Ada tantangan tersendiri yang mereka dapatkan di film arahan sutradara Jose Poernomo tersebut. Apa sajakah itu? 

Sebagai tokoh utama, Shandy harus memainkan tiga karakter yang sangat berbeda di film ini. Perbedaan karakter itulah yang menjadi tantangannya saat bermain di "Tarot". Senada dengan istri David Herbowo itu, Boy juga rupanya memiliki alasan tersendiri mengapa dia bersedia untuk berperan sebagai Tristan. 
 
_____________________________________
 
Indonesia Jadi Lokasi Syuting Tujuan FIlm Hollywood
Senin, 13 April 2015
 
LOS ANGELES, CALIFORNIA— Tahun 2009, film produksi Hollywood, Eat, Pray, Love yang dibintangi oleh aktris pemenang Oscar, Julia Roberts, syuting di Tabanan, Bali.
 
“Kami memang sengaja melakukan syuting di Indonesia karena ingin membuat film yang sesuai dengan bukunya,” ujar produser eksekutif Eat, Pray, Love, Stan Wlodkowski saat ditemui oleh reporter VOA, Vena Annisa, di kediamannya di Los Angeles, California, baru-baru ini.
 
_____________________________________
 
Tuyul Gagal Mencuri Ketakutan Penonton
Minggu, 12 April 2015
 
Jakarta, CNN Indonesia -- Masyarakat Indonesia sudah cukup akrab dengan film bertema horor. Beragam jenis setan telah hilir mudik menjadi bintang dalam layar lebar Indonesia, mulai kuntilanak sampai pocong.

Salah satu yang cukup dikenal adalah tuyul. Makhluk gaib yang dipercaya berwujud seperti anak kecil itu terkenal karena kerap dipekerjakan untuk mencuri uang secara ajaib.
 
_____________________________________
 
Problem Indonesia Saat Ini dalam Guru Bangsa Tjokroaminoto
Minggu, 12 April 2015
 
Rumah Peneleh atau kediaman Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto yang digambarkan dalam film Guru Bangsa: Tjokroaminoto merupakan monumen sejarah. Begitu kata Erik Supit, salah satu penulis skenario film biopic karya sutradara Garin Nugroho tersebut. Bertempat di Gang Peneleh, Surabaya, rumah itu menjadi tempat berdiskusi para kaum terdidik untuk mencari nilai-nilai dan cara perjuangan guna menyamakan hak dan martabat masyarakat kala itu.
 
_____________________________________
 
Kenapa Tak Ada Kartosoewiryo dan Tan Malaka dalam Biopic ini?
Minggu, 12 April 2015
 
Ketika bicara Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto, maka otomatis juga akan mengomongkan peran serta para tokoh penting dalam sejarah pembentukan negara ini. Seperti Soekarno, Semaoen, Alimin, Moesso, Kartosoewiryo dan Tan Malaka. Namun, film Indonesia terbaru karya Garin NugrohoGuru Bangsa: Tjokroaminoto, memilih untuk tidak menampilkan Kartosoewiryo dan Tan Malaka. Kenapa?
 
"Saat itu, Kartosoewiryo masih sangat muda dan Tan Malaka belum masuk betul ke kehidupan Tjokroaminoto. Jadi kami pilih tokoh-tokoh yang memang masuk dengan apa yang disebut gagasan, tindakan dan pikiran Tjokro pada saat itu. Sedangkan para tokoh yang masih muda dan jauh tidak kita masukkan," papar Garin Nugroho di Kuningan, Jakarta pada 31 Maret lalu.
 
_____________________________________
 
Usaha Arifin Putra Untuk Perfilman Indonesia, Sampai ke Jerman
Minggu, 12 April 2015
 
Kapanlagi.com - Miris dengan segala kekurangan yang ada dalam tubuh perfilman Indonesia, Arifin Putra ingin mencari pengetahuan sebanyak-banyaknya tentang film. Ia pun lalu ikut mendaftar Berlinale Talents, workshop untuk para film maker dari seluruh dunia.
 
"Lumayan tertantang juga sih, apalagi gue pikir Jerman. Kan gue bisa bahasa Jerman, kampung halaman pula. Jadi bisa ke sana bisa dapet ilmu, bisa liat kemungkinan pekerjaan di sana, bisa juga ketemu temen dan keluarga," ungkapnya.
 
_____________________________________
 
"Guru Bangsa Tjokroaminoto" Diusulkan Jadi Tontonan Wajib Pelajar
Minggu, 12 April 2015
 
Metrotvnews.com, Surabaya: Paguyuban Seniman Surabaya mengusulkan film "Guru Bangsa Tjokroaminoto" menjadi tontonan wajib pelajar.

Ketua Paguyuban Seniman Surabaya, Djoddy Widyawan, akan mengusulkan kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini agar film "Guru Bangsa Tjokroaminoto" menjadi film yang wajib ditonton pelajar Surabaya
 
_____________________________________
 
Diputar di Washington DC, Film 'Jalanan' Dapat Sambutan Antusias Penonton
Minggu, 12 April 2015
 
Washington DC - Film dokumenter “Jalanan besutan sutradara Daniel Ziv diputar di Washington DC, Amerika Serikat. Penonton memberikan sambutan antusias untuk film yang berkisah mengenai lika-liku kehidupan anak jalanan di Jakarta tersebut.

Pemutaran film yang diselenggarakan oleh Rumah Indonesia dan didukung oleh KBRI Washington DC itu dilangsungkan di Bethesda Row Cinema, Kamis (9/4/2015). Sang sutradara, Daniel Ziv, hadir dari Indonesia dan berdiskusi dengan penonton yang berjumlah sekitar 200 orang.
 
_____________________________________
 
James Sahertian Meninggal Dunia
Minggu, 12 April 2015
 
Liputan6.com, Jakarta Salah seorang artis senior yang telah malang melintang di dunia keartisan sejak 1980-an, James Sahertian meninggal dunia, Minggu (12/4/2015) siang. James adalah adik dari Debby Sahertian.
 
Kabar duka itu antara alin beredar via broadcast message Blackberry Messanger. "Telah meninggal dunia sahabat kita, James Sahertian, suami Rowena atau adik Debby Sahertian, sekitar pukul 2 siang hari ini. Saat ini jenazah masih di RS JHC (jantung Jakarta) Matraman. Sebelah Hotel Grand Menteng."
 
_____________________________________
 
Film Tuyul Part 1, Mendesain Ulang Sang Makhluk Mistis
Sabtu, 11 April 2015
 
Di antara makhluk mistis yang dikenal dalam folklor masyarakat Indonesia, tuyul adalah salah satu yang paling populer, dan otomatis salah satu yang sering diangkat ke media fiksi. Akan tetapi, cukup jarang film yang menggambarkan sosok tuyul dengan perlakuan yang serius, rata-rata dikemas komedi, mengingat ciri-ciri tuyul selama ini memang dikenal kurang menyeramkan. Itulah yang hendak diubah oleh sutradara Billy Christian bersama rumah produksi Renee Pictures dalam film Tuyul: Part 1.
 
Selama ini, sosok tuyul sering digambarkan sebagai makhluk seperti anak kecil berkepala botak, tidak berpakaian, dan sering mencuri uang. Tuyul juga disebut-sebut sebagai makhluk yang dipelihara, karena mencuri untuk keuntungan tuannya. Konsep ini kemudian diangkat Billy bersama penulis Luvie Melati dan produser merangkap penulis dan pemain, Gandhi Fernando, dengan berusaha tidak menggambarkannya seperti yang sering muncul di film-film lain. Caranya adalah mendesain ulang sosok tuyul yang baru.
 
_____________________________________
 
Arifin Putra Bagikan Foto Keseruan Syuting 'Negeri van Oranje'
Sabtu, 11 April 2015
 
WowKeren.com - Novel "Negeri Van Oranje" telah resmi diadaptasi ke layar lebar. Film yang dibintangi Chico Jericho itu kini sedang dalam masa penggarapan. Lalu bagaimana keseruannya? 

Untuk menjawab pertanyaan itu, Arifin Putra telah memberikan sedikit jawabannya untuk Anda. Beberapa jam yang lalu, aktor 27 tahun tersebut mengunggah suasana syuting bersama bintang lainnya.
 
_____________________________________
 
Film nasional butuh dukungan industri dan masyarakat
Sabtu, 11 April 2015
 
Jakarta (ANTARA News) - Industri film tanah air yang semakin berkembang saat ini berpotensi besar untuk memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia

Menyadari bahwa film nasional merupakan salah satu sumber pendapatan negara, pemerintah mulai mengambil langkah-langkah untuk memajukan industri kreatif tersebut.
 
_____________________________________
 
"Nyeker" dan "Dedes" Film Pendek Indonesia yang Tembus Festival Film Cannes
Sabtu, 11 April 2015
 
Metrotvnews.com, Jakarta: Tahun 2015 menjadi saksi semakin berkembangnya film Indonesia, terutama film-film yang dimotori oleh sineas muda.

Setelah film pendek "Lembusura" tembus International Film Festival ke-65, dan film panjang arahan sutradara asal Yogyakarta, Ismail Basbeth, masuk ajang International Film Festival Rotterdam 2015 melalui film "Another Trip to the Moon", kini kabar menggembirakan kembali datang.
 
 

 

Hai semua,

Kompetisi FilmBox period Oktober - Desember 2014 telah resmi ditutup.

Berikut ini adalah pemenang Kompetisi FilmBox tersebut:

 Film pemenang Kompetisi FilmBox  adalah:


"Yours Truly" oleh Sutradara : Sutradara : Elvira Kusno & Ian Salim

Berikut komentar  mengenai pemenangnya :

" The film is the right subject for a short film. This subject would not be suitable for a long feature film. The film only works as a short film.

It’s a very original idea.

But the films is also professionally made. The camerawork looks good, the lighting is good. Sound is good. Make up is good. Acting is good.

You can see that the film makers have put a lot of effort in the film to make it work.

Have a look and check it out!"

 

Selamat kepada pemenang!

_________________________________________
 

MP YOUTH SINEAS AWARDS (YSA)

Peserta adalah filmmaker dari pelajar dan mahasiswa, perorangan atau tim, dengan usia maksimal 20 tahun pada saat memproduksi film. Ketentuan jenis film meliputi film cerita & film dokumenter, dengan durasi maksimal 30 menit. Pendaftaran dibuka dari tanggal 20 Maret 2015 s/d 24 April 2015. Keterangan lebih lanjut lihat di  www.madyapadma-online.com

 

 

 

 

 

JFA Short Film Competition 2015

Jogja Film Academy membuka kesempatan untuk pelajar dan mahasiswa Indonesia berpartisipasi dalam hajatan Short Film Competition 2015. Kompetisi ini dibuka 2 Maret - 1 Juni 2015. Keterangan lebih lanjut lihat di jogjafilmacademy.com

 

 

 

 

 

Jadwal Pemutaran Film Untuk Pusat Kebudayaan pada Bulan April 2015

Institut Francais Indonesia (IFI), Jakarta
Pusat Kebudayaan Perancis

Festival Sinema Prancis

Festival Sinema Prancis

Festival Sinema Prancis

Pemutaran film
 
7 April 2015
Pukul 19:30 WIB : Fifi Howls From Happiness (Mitra Farahani)
                                 Prancis, 2013, 98 Menit
 
8 April 2015
Pukul 19:30 WIB : Atilla marcel (Sylvain Chomet)
                                 Prancis, 2013, 106 Menit
 
9 April 2015
Pukul 19:00 WIB : Garuda Power: The Spirit Within (Bastian Meiressanne)
                                 Prancis, 2014, 77 Menit
 
10 April 2015
Pukul 17:00 WIB : Miss and The Doctors (Axelle Ropert)
                                 Prancis, 2013, 102 Menit
 
11 April 2015
Pukul 15:30 WIB : Fifi Howls From Happiness (Mitra Farahani)
                                 Prancis, 2013, 98 Menit
Pukul 18:00 WIB : Miss and The Doctors (Axelle Ropert)
                                 Prancis, 2013, 102 Menit
 
12 April 2015
Pukul 15:00 WIB : Contempt (Jean-Luc Godard)
                                 Prancis, 1963, 103 Menit
 
18 April 2015
Pukul 15:00 WIB : The Patience Stone (Atiq Rahimi)
                                 Prancis, 2012, 102 Menit
Pukul 18:00 WIB : Atilla marcel (Sylvain Chomet)
                                 Prancis, 2013, 106 Menit
 
26 April 2015
Pukul 11:00 WIB : Mia and The Mogoo (Jaqcques-Remy Girerd)
                                 Prancis, 2008, 90 Menit
Pukul 15:00 WIB : Cleo From 5 to 7 (Agnes Varda)
                                 Prancis, 1961, 90 Menit
 
29 April 2015
Pukul 10:00 WIB : Atambua 39 Derajat Celcius (Riri Riza)
                                 Indonesia, 2012, 90 Menit
Pukul 19:30 WIB : Miss and The Doctors (Axelle Ropert)
                                 Prancis, 2013, 102 Menit
Fifi Howls from Happiness
Fifi Howls from Happiness
Fifi Howls from Happiness
 
Goethe Haus Jakarta
Pemutaran film pukul 19:00 WIB
 
14 April 2015: Hotel Lux (Leander Haussmann)
                          Jerman, 2011, 103 Menit
 
Erasmus Huis Jakarta
Pemutaran film pukul 13:00 WIB & 16:00 WIB
Belum ada jadwal
 
 
Istituto Italiano di Cultura
Pemutaran film pukul 19:00 WIB
 
10 April 2015 : Bellissima (Luchino Visconti)
                           Italia, 1952, 100 Menit
17 April 2015 : Morte a Venezia (Luchino Visconti)
                           Italia, 1971, 130 Menit
24 April 2015 : La migliore offerta (Giuseppe Tornatore)
                           Italia, 2013, 131 Menit
 
 
Japan Foundation
Pemutaran film pukul 14:00 WIB
 
9 April 2015   : HANA NO ATO (Kenji Nakanishi)
                           Jepang, 2009, 107 Menit
10 April 2015 : OH.. Musim Semi (Shinji Somai)
                            Jepang, 1998, 100 Menit
                         
 
Pusat Kebudayaan Korea
Belum ada jadwal
 
Bentara Budaya Jakarta
Bentara Putar Film 
Belum ada jadwal
 
Bentara Budaya Bali
Belum ada jadwal

 

___________________________________________
Program Kineforum : Program April 2015
 
                         
 

 

 

 

 

Tentang Indonesian Film Center | Kebijakan Privasi | Berkas Hukum | Periklanan | Bantuan | Kontak kami