Login | Daftar
Semua Daftar Pesanan
Kosong
IdFilmCenter
@idfilmcenter
Beritahu teman
Berita
Messageboard
Blog
Bantuan
Kontak kami
Tentang FilmInfo
Beri donasi ke Indonesian Film Center. Bantu kami melestarikan dan merestorasikan Materi Audio-Visual Indonesia. Lihat juga Tentang kami.
Kategori Info:
Gending Sriwijaya (2013)
Informasi Dasar
Sinopsis Singkat:
Film ini menceritakan sebuah kerajaan di Kedatuan Bukit Jurai yang dipimpin oleh raja yang bergelar Dapunta Hyang Srijayanasaa. Raja mempunyai 2 orang anak yang bernama Awang Kencana dan Purnama Kelana. Konflik semakin tajam ketika kedua anaknya berusaha merebutkan tahta kerajaan.
Sinopsis Lengkap:
Nusantara abad 16, tiga abad setelah keruntuhan Sriwijaya, muncul kerajaan-kerajaan kecil yang saling berebut kekuasaan. Kedatuan Bukit Jerai, adalah kerajaan kecil yang dipimpin oleh Dapunta Hyang Mahawangsa dengan permaisurinya Ratu Kalimanyang. Mereka memiliki dua putera: Awang Kencana dan Purnama Kelana. Dapunta Hyang yang sudah tua, memilih Purnama Kelana sebagai penggantinya, Dapunta merasa Purnama memiliki kemampuan intelektual yang tinggi, cerdas dan lebih visioner dibandingkan dengan Awang Kencana yang hanya mengandalkan kemampuan olah kanuragan dan kekuatan militer.

Awang Kencana mengetahui rencana itu dan sangat kecewa. Awang kemudian menjebak Purnama, menfitnah Purnama telah membunuh Dapunta. Purnama ditangkap oleh Awang dan dijebloskan ke penjara.Dengan dibantu oleh para tabib dan sahabat-sahabatnya, Purnama berhasil dibebaskan. Pasukan Awang mengejar Purnama, yang terdesak di lereng tebing, Purnama jatuh di jurang, tercebur di sungai dan terbawa arus deras. Pasukan Awang mengira Purnama telah tewas.

Purnama diselamatkan oleh Malini, puteri Ki Goblek. Ki Goblek adalah pemimpin kelompok perampok. Ki Goblek yang bernama asli Kendra Kenya adalah mantan Tumenggung di Kedatuan Bukit Jerai. Sekitar 30 tahun sebelumnya Ki Goblek membantu Dapunta muda dalam merebut kekuasaan di Kedatuan Bukit Jerai. Silang sengkarut penghianatan Dapunta membuat Ki Goblek lari ke hutan, menyimpan dendam dan membentuk kelompok perampok yang menghantui Bukit Jerai.

Setelah meninggalnya Dapunta Hyang Mahawangsa, Awang dinobatkan sebagai raja di Kedatuan Bukit Jerai. Awang memerintahkan untuk membasmi kelompok perampok Ki Goblek. Kelompok perampok ditumpas. Ki Goblek tewas. Hanya tertinggal Purnama, Malini dan delapan perempuan penenun songket, janda para perampok yang memiliki kemampuan olah kanuragan.

Sepuluh orang itu kemudian menyiapkan serangan balasan ke pusat Kedatuan Bukit Jerai. Mereka menyusup dan merebut tahta Kedatuan Bukit Jerai.
Negara & Tanggal Rilis:
Indonesia, 10 Januari 2012
Klasifikasi: 17+
Bahasa: Bahasa Indonesia
Warna: Warna
Status: Selesai / Rilis
Cast & Crew
Pemain:
Pemeran Utama
Agus Kuncoro Sebagai   Awang Kencana
Sahrul Gunawan Sebagai  Purnama Kelana
Slamet Rahardjo Djarot Sebagai  Raja Dapunta Hyang Srijayanasa
Pemeran Pembantu
Hafsary Thanial Dinoto Sebagai  Endang Wangi
Jajang C. Noer Sebagai  Ratu Kalimanyang
Julia Perez Sebagai  Malini
Mathias Muchus Sebagai  Ki Goblek
Oim Ibrahim Sebagai  Pati Duta
Pemain
Anwar Fuady  
Erly Ashy  
T. Rifnu Wikana  
Tya Arifin  
Yatti Surachman  
Crew:
Tim Produksi
Produser Eksekutif Alex Noerdin, Yusri Effendy
Produser Pelaksana Ajish Dibyo, Andi P. Manoppo, Muhammaad Fariz
Tim Penyutradaraan
Pemilih Peran Zaskia Adya Mecca
Tim Tata Kamera
Penata Kamera Ipung Rachmat Syaiful
Tim Tata Suara
Perekam Suara Sutrisno
Tim Tata Artistik
Penata Artistik Budi Riyanto Karung
Tim Tata Kostum
Penata Kostum Retno Ratih Damayanti
Tim Tata Rias
Penata Rias Retno Ratih Damayanti
Tim Pasca Produksi
Penyunting Adegan Cesa David Luckmansyah, Ryan Purwoko
Penata Musik Djaduk Ferianto
Penata Suara Satrio Budiono
Publicity & Promotions
Fotografer Koko Jatmiko
Produksi:
Production Companies Putaar Production
Pemda Sumatera Selatan
Materi Promosi
Galeri Foto
Trailer Film
» Gending Sriwijaya
Festival & Penghargaan
Festival Kota, Negara Tahun Penghargaan Penerima Hasil
Indonesia Movie Awards Jakarta, Indonesia 2013 Pemeran Utama Pria Terbaik (Piala Layar Emas) Agus Kuncoro Nominasi
Indonesian Movie Awards Jakarta, Indonesia 2013 Pemeran Pendukung Wanita Terbaik (Piala Layar Emas) Jajang C. Noer Nominasi
Indonesian Movie Awards Jakarta, Indonesia 2013 Pemeran Utama Pria Favorit (Piala Layar Emas) Abimana Aryasatya Nominasi
Festival Film Bandung Bandung, Indonesia 2013 Pemeran Utama Pria Terpuji Agus Kuncoro Nominasi
Festival Film Bandung Bandung, Indonesia 2013 Film Terpuji Hanung Bramantyo Nominasi
Festival Film Bandung Bandung, Indonesia 2013 Pemeran Utama Wanita Terpuji Julia Perez Menang
Festival Film Bandung Bandung, Indonesia 2013 Pemeran Pembantu Pria Terpuji Mathias Muchus Nominasi
Festival Film Bandung Bandung, Indonesia 2013 Penata Musik Terpuji Satrio Budiono Nominasi
Festival Film Bandung Bandung, Indonesia 2013 Penata Artistik Terpuji Budi Riyanto Karung Nominasi
Festival Film Indonesia Semarang, Indonesia 2013 Penata Musik Terbaik (Piala Citra) Awi Suryadi Nominasi
Festival Film Indonesia Semarang, Indonesia 2013 Penata Efek Visual (Citra Award) H. S. Susilo S. D. Nominasi
Ulasan
Trivia
Lain-lain: Film Kolosal yang mengangkat kebudayaan dan sejarah Sumatera Selatan pada masa kerajaan Sriwijaya
Sumber dari: filmindonesia.or.id
Diskusi Film ini
Tutup topik
Tentang Indonesian Film Center | Kebijakan Privasi | Berkas Hukum | Periklanan | Bantuan | Kontak kami