Login | Daftar
Semua Daftar Pesanan
Kosong
IdFilmCenter
@idfilmcenter
Beritahu teman
Berita
Messageboard
Blog
Bantuan
Kontak kami
Tentang FilmInfo
Beri donasi ke Indonesian Film Center. Bantu kami melestarikan dan merestorasikan Materi Audio-Visual Indonesia. Lihat juga Tentang kami.
Kategori Info:
Kenikmatan Terlarang (1996)
 
Durasi:
79 Menit
Genre:
Drama
Produser:
Sutradara:
Penulis naskah:
Perusahaan film:
Informasi Dasar
Sinopsis Singkat:
Karena diusir oleh sang tante, Vinel kemudian terlunta-lunta dan menjadi pelacur. Ia kemudian diselamatkan oleh Hans yang dulu juga pernah menolongnya.
Sinopsis Lengkap:
Dari Surabaya Vinel ke Jakarta untuk meneruskan kuliah. Ia tinggal di rumah tantenya, Lies. Suatu malam Vinel memergoki tantenya bercumbu dengan Jackson. Vinel tahu bahwa Jackson yang menjerumuskan teman kuliahnya ke dalam pelukan seorang oom yang mengaku produser film iklan. Vinel selamat karena bantuan Hans. Kali lain ia memergoki pembantunya bercumbu dengan tukang sayur langganannya. Birahinya dicoba diredam dengan pacarnya Ardan. Ternyata Ardan ini juga disikat oleh Lies. Maka Ardan diajaknya bercumbu pula, hingga ia diusir oleh Lies. Vinel terlunta-lunta dan jadi pelacur kelas bawah. Pertemuannya dengan bekas teman kampusnya, Mira, membuat ia "naik pangkat" ke kelas sebuah tempat hiburan. Hans muncul menyelamatkannya dan menikahinya, meski Lies berusaha memfitnahnya.
Negara & Tanggal Rilis:
Indonesia
Klasifikasi: 17+
Bahasa: Bahasa Indonesia
Warna: Warna
Status: Selesai / Rilis
Cast & Crew
Produser
Ram Soraya
Sutradara
Proke
Penulis Naskah
S. Dalimunthe
Crew:
Tim Tata Kamera
Penata Kamera Max J. Pakasi
Tim Pasca Produksi
Penyunting Adegan Muryadi
Produksi:
Production Companies PT Soraya Intercine Films
Materi Promosi
Galeri Foto
Festival & Penghargaan
Belum ada informasi.
Ulasan
Belum ada informasi.
Trivia
Produksi: Dari novel "Perempuan Malam".
Sumber dari: filmindonesia.or.id
Diskusi Film ini
Tutup topik
Tentang Indonesian Film Center | Kebijakan Privasi | Berkas Hukum | Periklanan | Bantuan | Kontak kami