Login | Daftar
Semua Daftar Pesanan
Kosong
IdFilmCenter
@idfilmcenter
Beritahu teman
Berita
Messageboard
Blog
Bantuan
Kontak kami
Beri donasi ke Indonesian Film Center. Bantu kami melestarikan dan merestorasikan Materi Audio-Visual Indonesia. Lihat juga Tentang kami.
Berita Terbaru
IdFilmCenter News & Agenda
Mengintip Sejarah Lewat 'Ziarah'
Jumat, 24 Februari 2017
 
Jakarta - Ketika mengangkat sejarah ke dalam film, beberapa sineas seringkali mengangkat wacana besar tentang peperangan atau peristiwa penting yang sudah kerap muncul di halaman buku resmis. Menghindar dari hal itu, mungkin yang membuat 'Ziarah' begitu terasa spesial.
 
'Ziarah' mencoba mengangkat wacana-wacana kecil yang melingkupi dan menjadi bagian dalam sejarah. Bagaimana kehidupan terus berjalan selepas perang dan kemerdekaan, dan adanya pahlawan-pahlawan yang namanya tidak tercantum dalam buku pelajaran sekolah, namun turut berkorban untuk negeri ini.
 
 
 
____________________________________
 
Jadi Produser, Darius Sinathrya Tak Mau Aji Mumpung
Jumat, 24 Februari 2017
 
Kapanlagi.com - Tak puas hanya menjadi aktor, Darius Sinathrya mulai menjajal kemampuannya sebagai produser film berjudul NIGHT BUS, bersama Teuku Rifnu Wikana. Tak mau aji mumpung, Darius pun mengatakan alasannya mengapa tidak ikut bermain dalam film bergenre thriller itu.
 
"Karena belum ada peran yang cocok sesuai karakter, nggak mau aji mumpung juga. Karena kesulitannya tinggi pengen belajar juga," ujar Darius saat ditemui di Brewerkz Resto & Bar, Senayan City, Jakarta Pusat, Kamis (23/2).
 
____________________________________
 
'Salawaku': Perjalanan, Pencarian, dan Eksotisme Pulau Seram
Jumat, 24 Februari 2017
 
Jakarta - Menonton 'Salawaku' di musim hujan ini rasanya seperti tiba-tiba berada di sebuah liburan musim panas yang panjang, ditemani pemandangan sekumpulan burung-burung laut yang terbang berkelompok di sore hari, dengan deburan ombak jernih kecilnya yang berwarna kristal, dan matahari yang terbenam malu-malu di balik bukit menanti datangnya hari gelap yang tenang. Seperti film-film yang mengeksplorasi gambar indah pemandangan Indonesia, Pulau Seram yang terletak di Kepulauan Maluku juga ternyata mempunyai potensi dan eksotisme alam yang kaya, sembari mencoba mengantarkan makna kisah hidup yang katanya cuma tentang meninggalkan dan ditinggalkan.
 
Debut film karya sutradara Pritagita Arianegara ini akan mengajak Anda bersantai sejenak memaknai kisah perjalanan seorang bocah kecil pesisir pantai yang berani mengambil risiko meninggalkan kampungnya demi mencari kakak tersayangnya, bertemu dengan teman baru di perjalanan yang kemudian ikut berpetualang sambil menikmati pesona keindahan Indonesia Timur yang tak ada matinya untuk selalu dijelajahi.
 
____________________________________
 
Cerita Prisia Nasution Perankan Karakter Tidak Sesuai Umur
Jumat, 24 Februari 2017
 
Jakarta - Setelah memerankan berbagai karakter, kali ini Prisia Nasution dihadapkan dengan karakter baru baginya. Berperan sebagai seorang wanita yang hidup dengan takhayul masa lalu dalam film berjudul 'Interchange'.
 
"Gimana caranya memerankan sosok Iva yang sebenarnya umurnya nggak sesuai dengan badannya. Jadi gimana caranya bikin karakter yang udah banyak muatannya gitu," ujar Prisia saat ditemui di CGV Blitz Grand Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (23/2).
 
____________________________________
 
'SYTD 2' Capai Sejuta Penonton Malaysia, Laudya Cynthia Bella Bahagia
Jumat, 24 Februari 2017
 
Jakarta - Tak hanya diputar di Indonesia, 'Surga yang Tak Dirindukan 2' juga diputar di negeri Jiran, Malaysia. Film tersebut juga menuai respons positif dari warga negara tersebut.
 
Laudya Cynthia Bella mengatakan, sejak pertama diputar 'SYTD 2' menjadi film yang dinantikan tayang di bioskop. Bella mengungkapkan, film yang ia bintangi tersebut kini telah mencapai sejuta penonton.
 
"Ternyata animo mereka yg di sana masya Allah. Ternyata kami udh satu juta Ringgit di sana penontonnya. Alhamdulillah aku senang banget," ujar Bella saat ditemui di acara nobar 'SYTD 2' bersama PARFI56 di XXI Kemang Village, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (23/2/2017).
 
____________________________________
 
Produser Tak Menyangka Film Salawaku Dapat Banyak Penghargaan
Jumat, 24 Februari 2017
 
Liputan6.com, Jakarta - Salah satu film karya anak bangsa, Salawaku, mendapat penghargaan di ajang internasional, Tokyo Internasional Film Festival (TIFF) 2016. Tak hanya di luar negeri, film yang diproduseri oleh dua anak muda, Ray Zulham dan Michael Julius ini juga berhasil menyabet pengghargaan dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2016.
 
Menurut Ray Zulham, ia tak menyangka ternyata filmnya banyak mendapat pernghargaan. Padahal, ia dan Michael Julius hanya berniat untuk mengangkat potensi keindahan Indonesia.
 
____________________________________
 
Riri Riza Akan Angkat Kisah Hidup Chairil Anwar ke Layar Lebar
Jumat, 24 Februari 2017
 
JAKARTA, KOMPAS.com - Sutradara Riri Riza berniat mengangkat perjalanan hidup salah satu penyair terkemuka Indonesia, Chairil Anwar, ke layar lebar.
 
Hal itu ia ungkapkan dalam wawancara usai gala premiere film Interchange di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis (23/2/2017) malam.
 
"Sebenarnya kami rencanakan (memproduksi film) Chairil Anwar," ucap Riri kepada Kompas.com.
 
____________________________________
 
Alam dan Mitos, Alasan Nicholas Saputra Bermain di Film 'Interchange'
Jumat, 24 Februari 2017
 
Jakarta - Akrab dengan alam merupakan salah satu ciri khas dari Nicholas Saputra yang hampir setiap hari menjelajah dari satu tempat ke tempat lain. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa dirinya mau bermain dalam film terbarunya yang berjudul 'Interchange'.
 
Tidak hanya tertarik dengan alam, pria 32 tahun ini juga tertarik pada budaya Kalimantan yang dipakai dalam film ini. Bercerita tentang kepercayaan mitos leluhur yang melibatkan seorang detektif dan fotografer yang sedang menyelesaikan sebuah kasus pembunuhan sadis. Dalam film ini Nicholas berperan sebagai makhluk gaib berupa burung Rangkong Gading yang hadir bersama seorang wanita misterius.
 
____________________________________
 
BINTANGI COOKING CAMP, MORGAN OEY DITUNTUT JAGO MASAK
Kamis, 23 Februari 2017
 
JAKARTA - Kemampuan berakting Morgan Oey kembali harus diasah kalah membintangi film terbaru MNC Pictures, Cooking Camp. Kali ini Morgan harus jago memasak karena di dalam film tersebut dirinya akan berhadapan dengan masak-memasak.
 
Dalam sebuah unggahn dari akun resmi Instagram MNC Pictures, Morgan terlihat sedang mendapat arahan dari seorang koki. Di hadapan mereka terdapat berbagai macam jenis bahan-bahan makanan.
 
 
____________________________________
 
Film Kedua Belum Rilis, 'LONDON LOVE STORY 3' Siap Syuting!
Kamis, 23 Februari 2017
 
Kapanlagi.com - Dalam peredarannya awal tahun lalu, LONDON LOVE STORY berhasil mengumpulkan lebih dari satu juta penonton. Tak heran bila kemudian Screenplay Films membuat sekuelnya dengan memasang Rizky Nazar sebagai tokoh baru.
 
Uniknya, meski film kedua belum rilis dan tak tahu berapa jumlah penonton nantinya, Asep Kusdinar selaku sutradara membocorkan bakal segera dibuat LONDON LOVE STORY 3. Tak tanggung-tanggung, sekuel ini akan syuting bulan Maret besok!
 
____________________________________
 
"Jakarta Undercover": Mencari Makna pada Sisi Gelap Ibu Kota
Kamis, 23 Februari 2017
 
JAKARTA, KOMPAS.com --Buku Jakarta Undercover (2003), karya Moammar Emka, telah difilmkan oleh sutradara Lance dan film itu dirilis pada 2007.
 
Kali ini, buku tersebut difilmkan lagi oleh sutradara yang lain, Fajar Nugros, dan timnya. Pada Kamis ini (23/2/2017), film baru itu mulai diputar di jaringan gedung bioskop di dalam negeri.
 
Dalam film Jakarta Undercover versi Fajar Nugros, diceritakan Pras (Oka Antara), seorang pemuda dari luar Jakarta, mengejar cita-citanya menjadi jurnalis di Ibu Kota dan bekerja di sebuah majalah berita yang dipimpin oleh Djarwo (Lukman Sardi).
 
____________________________________
 
Film Salawaku Jadi Pembuka di PIFF 2017
Kamis, 23 Februari 2017
 
Bisnis.com, JAKARATA— Film Salawaku karya Pritagita Arianegara menjadi film pembuka di ajang Plaza Indonesia Film Festival (PIFF) 2017, Rabu (22/2).
Salawaku yang kan rilis 23 Februari di bioskop ini menjadi salah satu dari tiga film Indonesia yang akan diputar dalam PIFF 2017 setelah melaui tahap kurasi.
 
General Manager Marketing& Communications PT Plaza Indonesia Raelity, Zamri Mamat mengatakan jika film pembuka Salawaku dipilih karena mendapatkan banyak penghargaan baik di Indonesia maupun festival di luar negeri.
 
____________________________________
 
Syuting 'London Love Story 2', Kaki Dimas Anggara Beku
Kamis, 23 Februari 2017
 
WowKeren.com - Dimas Anggara berbagi cerita mengenai kendalanya ketika syuting di luar negeri untuk film terbarunya, "London Love Story 2". Aktor berusia 28 tahun ini mengaku kondisi cuaca menjadi salah satu hambatannya selama syuting.
 
Seperti yang diketahui, sekuel "London Love Story" ini melakukan pengambilan gambar di beberapa kota di negara Eropa yaitu London dan Swiss. Selama syuting di sana, Dimas mau tak harus berjuang melawan hawa dingin yang kota London dan Swiss.
 
"Kaki beku, kayak mati rasa," ceritanya kepada reporter Wowkeren. Akan tetapi, Dimas berusaha untuk menikmati tantangan tersebut.
 
____________________________________
 
Kamis, 23 Februari 2017
 
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kaca mata tebal, logat kedaerahan, sampai kebiasaan rutin menerima telepon ibu dari kampung. Aktor Oka Antara meniru sejumlah ciri khas penulis Moammar Emka itu saat berperan dalam film Jakarta Undercover.
 
Dalam film yang segera rilis 23 Februari 2017 tersebut, Oka memerankan tokoh Pras, jurnalis yang menginvestigasi seluk-beluk dunia malam Jakarta. Sosok aslinya tak lain tak bukan adalah Moammar Emka, penulis empat seri novel Jakarta Undercover selama rentang waktu 2002-2015.
 
____________________________________
 
Jadi Karakter 'Pria Melambai', Ganindra Bimo Suka Peran Neyeleneh
Rabu, 22 Februari 2017
 
Kapanlagi.com - Sebentar lagi para pecinta film Tanah Air siap untuk menyambut film karya Fajar Nugros, JAKARTA UNDERCOVER. Yang menarik, di sini Ganindra Bimo memerankan karakter pria melambai bernama Awink. Mengingat perawakannya yang macho, apa sih yang membuat Bimo berani untuk berperan sebagai tokoh Awink?
 
"(Takut sih) Nggak, gue memang suka banget peran gitu. Gue suka peran-peran yang nyeleneh dan nggak biasa. Karena menurut gue, semakin tinggi tingkat kesulitannya, semakin tinggi challenge-nya, semakin membuat gue maju. Kalau gue nggak nyari duit di sini (film), gue nyari karya. Gue nyari duit dari presenter saja," ujarnya saat ditemui di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/2).
 
____________________________________
 
Reza Rahadian Akan Kurangi Main Film di Tahun Ini, Kenapa?
Rabu, 22 Februari 2017
 
WowKeren.com - Siapa yang tak kenal dengan Reza Rahadian? Kepiawaiannya dalam berakting mampu memikat siapapun. Tak heran, film yang dibintanginya sering menembus box office.
 
Hal itu pastinya menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi Reza. Akan tetapi, kesuksesannya itu tidak selalu mendapatkan respon yang baik dari masyarakat. Ia menyadari, adanya anggapan bahwa dirinya terlalu sering bermain di layar lebar.
 
"Gue anggap itu (box office) sebagai luapan rasa syukur kepada Tuhan, saat masyarakat banyak yang bilang, 'Yang main gue lagi, gue lagi'," ungkapnya. Aktor berusia 29 tahun ini pun mencoba untuk membatasi diri bermain film.
 
____________________________________
 
Hamish Daud: "Critical Eleven" Bikin Deg-degan
Rabu, 22 Februari 2017
 
Jakarta, KOMPAS.com - Bermain dalam film Critical Eleven ternyata membuat artis peran Hamish Daud merasa was-was.
 
Sebab film layar lebar arahan sutradara Monty Tiwa itu merupakan adaptasi novel laris berjudul sama karya penulis Ika Natassa.
 
"Critical Eleven, buku yang populer, bikin deg-degan karena banyak yang nge-fans sama bukunya. So, semoga sesuai dengan ekspektasi pembacanya," ucap Hamish dalam wawancara di XXI Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/2/2017) malam.
 
____________________________________
 
Mimpi dan Pilihan dalam 'Jakarta Undercover'
Rabu, 22 Februari 2017
 
Jakarta - "Sebelum saya memulai cerita ini, ada baiknya kamu meyakini bahwa cerita saya benar adanya," itulah kalimat yang mengawali film besutan sutradara Fajar Nugros ini. Kalimat tersebut diucapkan oleh tokoh pejabat yang diperankan Tio Pakusodewo.
 
Adalah Pras (Oka Antara) soerang perantau asal Jawa Timur yang pergi ke Jakarta untuk mengejar mimpinya menjadi wartawan. Pras sangat terinspirasi oleh Djarwo (Lukman Sardi), wartawan senior yang juga merupakan atasannya di kantor berita tempat ia bekerja.
 
____________________________________
 
Setan Jawa dan Orkestra Gamelan Indonesia Siap Konser di Australia
Selasa, 21 Februari 2017
 
JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Film hitam putih pertama Garin Nugroho berjudul "Setan Jawa", Sukses memukau penonton Indonesia saat pemutarannya September 2016 lalu. Didukung Bakti Budaya Djarum Foundation ini akan membuka world premiernya di Opening Night of Asia Pacific Triennial of Performing Arts di Melbourne, Australia pada 24 Februari 2017.
 
Pementasan ini akan diiringi komposisi asli orkestra gamelan Indonesia karya Rahayu Supanggah, seniman musik yang mempopulerkan musik gamelan Jawa ke dunia selama lebih dari 40 tahun. Dibawakan secara langsung dengan 20 pengrawit yang berkolaborasi dengan Melbourne Symphony Orchestra, orkestra simfoni tertua di Australia konduktor Iain Grandage. Setan Jawa akan dipentaskan di gedung Melbourne Art Centre, Australia dengan kapasitas 2.664 penonton.
 
____________________________________
 
Muka Bonyok, Luna Maya Malah Pose Duck Face Unyu di BTS 'The Doll Part 2'
Selasa, 21 Februari 2017
 
WowKeren.com - Melanjutkan kisah "The Doll", Hitmaker Studio kini tengah menyiapkan "The Doll Part 2" yang dibintangi Luna Maya dan Herjunot Ali. Belum lama ini, tim produksi pun mulai menggoda fans dengan sejumlah foto behind the scene.
 
Dalam salah satu foto, terlihat Junot dan Luna tengah duduk bersebelahan. Dengan tatapan dan rona wajah misterius, keduanya seperti sedang berkonsultasi dengan seseorang lantaran mengalami teror hantu di rumah mereka.
 
____________________________________
 
Untuk Jadi Juru Rawat, Melissa Karim Belajar dari YouTube
Selasa, 21 Februari 2017
 
JAKARTA, KOMPAS.com -- Pembawa acara dan artis peran Melissa Karim (38) belajar dari video YouTube untuk mendalami karakternya sebagai juru rawat.
 
Melissa menjadi juru rawat dalam film Bukaan 8 karya sutradara Angga Dwimas Sasongko.
 
"Aku belajar dari YouTube. Aku lihatin video jadi suster gimana. Kan sudah canggih. Teman-teman aku juga banyak yang jadi perawat dan dokter," ujar Melissa ketika menghadiri pemutaran film tersebut di Epicentrum Walk XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin (20/2/2017).
 
____________________________________
 
Hanung Bramantyo Isyaratkan akan Mengadaptasi Novel Bumi Manusia
Selasa, 21 Februari 2017
 
Bintang.com, Jakarta Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer ini beberapa kali berpindah hak adaptasi novel ke film. Terakhir rumah produksi falcon Pictures dikabarkan akan mengadaptasi novel ini. Namun, belum ada update terbaru. Terbaru, Hanung Bramantyo memberikan sinyal akan mengerjakan film tersebut.
 
Sebelum Hanung, Anggy Umbara pernah membenarkan akan mengerjakan produksi film Bumi Manusia. "Ya saya akan membuat film Bumi Manusia. Sebenarnya sudah dari tahun lalu Falcon Pictures membicarakan hal ini. Tapi baru kali ini terbuka," ujarnya ditemui di FX Mall, Senayan, Jakpus, Selasa (15/9/2015).
 
____________________________________
 
Buka'an 8 sajikan problematika pasangan milenial
Selasa, 21 Februari 2017
 
Jakarta (ANTARA News) - Alam (Chicco Jerikho) dan Mia (Lala Karmela) adalah dua orang generasi milenial yang kecanduan pada media sosial dan internet. Mereka bertemu dan jatuh cinta di dunia maya.
 
Hanya sayang, hubungan mereka tidak direstui ayah Mia (Tyo Pakusadewo) dan ibu Mia (Sarah Sechan), karena menganggap Alam tak memiliki pekerjaan tetap dan hanya sibuk ber-media sosial. Karakter Alam juga seakan menggambarkan bahwa ia adalah sosok cuek dan tak bertanggung jawab. 
 
Masalah demi masalah mewarnai kehidupan pasangan milenial itu. Mulai dari jeratan hutang hingga somasi dari pihak yang merasa dirugikan Alam.
 
____________________________________
 
Bocorkan Proyek Film, Hanung Bramantyo Bikin Remake 'Jomblo' Versi Modern
Senin, 20 Februari 2017
 
WowKeren.com - Hanung Bramantyo memastikan dirinya akan sangat sibuk di 2017. Setelah merampungkan syuting "Kartini", sutradara kenamaan berusia 41 tahun ini masih ditodong beberapa proyek film lainnya. Kepada awak media, Hanung mengatakan bahwa saat ini ia tengah melakukan persiapan syuting film komedi bertajuk "Jomblo".
 
Film ini merupakan remake dari film adaptasi novel Adhitya Mulya yang pernah dibuatnya satu dekade lalu. Film versi barunya ini akan mengambil setting saat ini. Selain itu, ia juga menjanjikan tampilan yang lebih modern.
 
Dalam penggarapannya, suami Zaskia Adya Mecca ini bekerja sama dengan rumah produksi Falcon Pictures. "Maret akan mulai syuting, semoga Mei sudah bisa tayang," tuturnya.
 
____________________________________
 
Raditya Dika Pamer Syuting 'The Guys' Bareng Pemeran Nam di 'Crazy Little Thing'
Senin, 20 Februari 2017
 
WowKeren.com - Raditya Dika makin gencar memamerkan aktivitas syuting film terbarunya, "The Guys". Sama seperti film-film Dika sebelumnya, kali ini ia kembali menggandeng selebriti-selebriti cantik untuk bergabung.
 
Salah satunya adalah Pevita Pearce. Bukan hanya Pevita, Dika baru-baru ini memberikan kejutan dengan memposting fotonya bareng aktris cantik Thailand yang ngehits lewat film "Crazy Little Thing Called Love", Baifern atau Pimchanok Luevisadpaibul yang berperan sebagai Nam.
 
____________________________________
 
Bukaan 8': Drama Chicco Jerikho Nantikan Kelahiran Anak Pertama
Senin, 20 Februari 2017
 
Jakarta - Alam Merdeka (Chicco Jerikho) adalah seorang idealis. Lewat twitternya yang punya 48 ribu follower itu, ia menghabiskan waktu mengomentari segala hal. Dari soal ojek online hingga ketimpangan sosial dengan mengejek-ejek politisi.
 
Labelnya yang lain, ia juga punya pekerjaan sebagai penulis buku dan menghidupi diri dan Mia (Lala Karmela) sang istri dari penerbit buku independen. Yang terbaru, Alam kini adalah calon seorang ayah.
 
 
 
____________________________________
 
Misi Ifa Isfansyah memperkenalkan sineas baru potensial
Senin, 20 Februari 2017
 
Indonesia sejatinya tidak pernah kekurangan talenta berbakat di bidang film, khususnya sutradara. Fakta tersebut mendorong Ifa Isfansyah untuk menemukan dan mengorbitkan para sineas berbakat dari berbagai daerah.
 
Ikhtiar memberikan kesempatan para talenta baru yang potensial untuk berkarya dengan jujur dilakukan Ifa melalui Fourcolours Film. Rumah produksi itu ia dirikan bersama beberapa rekan, salah satunya Eddie Cahyono (sutradara film Siti).
 
 
____________________________________
 
Interchange, Film Indonesia - Malaysia Rilis 2 Maret 2017
Minggu, 19 Februari 2017
 
Bintang.com, Jakarta Interchange merupakan sebuah film hasil kolaborasi antara Indonesia dan Malaysia. Dilansir dari TheMalayMailOnline, film tersebut sudah banyak diantisipasi masyarakat sedari pengumumannya dibuat paa 2012 silam.
 
Sutradara Interchange, Dain Said mengatakan film ini patut ditonton karena menggabungkan aktor dan aktris Tanah Air dan Negeri Jiran. Sederet bintang ternama seperti Shaheizy Sam, Nicholas Saputra, Prisia Nasution serta Chew Kin Wah turut beradu akting dalam film ini.
 
____________________________________
 
"Salawaku": Obat Luka di Pulau Seram
Minggu, 19 Februari 2017
 
JAKARTA, KOMPAS.com -- Langkah-langkah dalam perjalanan terkadang lebih istimewa dari titik akhir tujuannya.
 
Dalam sebuah perjalanan di Pulau Seram, Ambon, Saras tak hanya terobati oleh hamparan pasir putih, bening kristal laut, dan biru cerah langit. Namun, juga oleh pertemuan dengan orang-orang asing yang lalu menjadi tempat becermin sekaligus pengobat luka.
 
Salawaku yang bergenre film perjalanan pada akhirnya tak sekadar film jalan-jalan yang menghibur dan indah, tetapi diam-diam juga kontemplatif.
 
____________________________________
 
Kalahkan 'Hangout', 'CTS' Sukses Jadi Film Terlaris Indonesia 2016
Sabtu, 18 Februari 2017
 
WowKeren.com - Dirilis nyaris bersamaan pada akhir 2016 kemarin, "Cek Toko Sebelah" dan "Hangout" bersaing ketat di box office Indonesia. Namun meski terhitung baru di industri perfilman Tanah Air, "CTS" garapan Ernest Prakasa mampu meraih lebih dari 2,6 juta penonton.
 
Diam-diam, angka tersebut ternyata sudah melampaui jumlah penonton "HangoutRaditya Dika. Melansir dari filmindonesia.or.id, "CTS" saat ini sukses disaksikan sekitar 2.626.179 penonton.
 
Angka itu disinyalir masih akan bertambah mengingat "CTS" masih ditayangkan setidaknya di 19 bioskop di Tanah Air. Beda tipis dengan "CTS", "Hangout" berada di peringkat ke-5 film terlaris Indonesia 2016 dengan jumlah penonton 2.620.644.
 
____________________________________
 
'SYTD 2' Tembus Satu Juta Penonton
Sabtu, 18 Februari 2017
 
Jakarta - Hampir 8 hari penayangan di bioskop Tanah Air, film 'Surga yang Tak Dirindukan 2' sudah menembus angka 1 juta penonton. Film produksi MD Pictures tersebut kian menyedot perhatian publik untuk menonton.
 
Lewat siaran pers yang diterima detikHOT, antusias penonton masih terus meningkat untuk menyaksikan drama cinta antara Fedi Nuril, Laudya Cynthia Bella, dan Raline Shah.
 
 
 
____________________________________
 
'Remember The Flavor': Cinta Bersemi di Kedai Es Krim
Sabtu, 18 Februari 2017
 
Jakarta - Kurang lengkap rasanya menikmati Bulan Februari tanpa menonton sebuah kisah manis dari film drama romansa. Di Februari, biasanya cerita cinta memang sengaja dibuat untuk menemani waktu Anda saat bersama orang-orang tersayang, terutama kekasih ataupun pasangan asmara. Sebuah kisah cinta manis bisa tercipta melalui hal-hal kecil yang tak pernah kita duga sebelumnya. Terdengar klise? Tidak, jika kisah mereka terjadi di sebuah kedai es krim dan diceritakan saat perjalanan pulang ke Jogjakarta. Seperti kisah cinta dan persahabatan milik Dimas dan Melodi.
 
Melalui 'Remember The Flavor' Dyan Sunu Prastowo mengawali debutnya sebagai sutradara. Ditulis oleh Ratih Kumala (novelis yang antara lain melahirkan 'Gadis Kretek'), 'Remember the Flavor' berkisah tentang rasa dari sebuah hubungan cinta yang naif, perjuangan dan ambisi meraih mimpi. Serta, tentang sebuah pertemuan yang secara tiba-tiba kebetulan terjadi, meski kata pepatah mengatakan, tidak ada yang kebetulan di dunia ini.
 
____________________________________
 

 

 

Jadwal Pemutaran Film Untuk Pusat Kebudayaan pada Bulan Februari 2017

 

Institut Francais Indonesia (IFI), Jakarta
Pusat Kebudayaan Perancis
Ciné-Macet
Ciné-Macet
Festival Sinema Prancis
Festival Sinema Prancis
Festival Sinema Prancis
Pemutaran film pukul 19:00 WIB
 
1 Februari 2017   :Sophie’s Misfortunes (Sutradara: Christophe Honoré)
                                 Perancis, 2015, 105 Menit
2 Februari 2017   :Les Gazelles (Sutradara: Mona Achache)
                                 Perancis, 2013, 90 Menit
7 Februari 2017   :The Last Diamond (Sutradara: Eric Barbier)
                                 Perancis, 2014, 108 Menit
8 Februari 2017   :A Few Hours of Spring (Sutradara: Stéphane Brizé)
                                 Perancis, 2012, 108 Menit
9 Februari 2017   :Sebelum Pagi Terulang Kembali (Sutradara: Lasja Fauzi)
                                 Indonesia, 2014, 110 Menit
10 Februari 2017 :Gare du nord (Sutradara: Claire Simon)
                                  Perancis, 2012, 119 Menit
14 Februari 2017 :The Umbrellas of Cherbourg (Sutradara:Jacques Demy)
                                  Perancis, 1963, 91 Menit
15 Februari 2017 :I am Hope (Sutradara: Adilla Dimitri)
                                 Indonesia, 2016,115 Menit
16 Februari 2017 :Sophie’s Misfortunes (Sutradara: Christophe Honoré)
                                  Perancis, 2015, 105 Menit
21 Februari 2017 :A Few Hours of Spring (Sutradara: Stéphane Brizé)
                                 Perancis, 2012, 108 Menit
22 Februari 2017 :Sebelum Pagi Terulang Kembali (Sutradara: Lasja Fauzi)
                                 Indonesia, 2014, 110 Menit
23 Februari 2017 :Gare du nord (Sutradara: Claire Simon)
                                  Perancis, 2012, 119 Menit
24 Februari 2017 :The Umbrellas of Cherbourg (Sutradara:Jacques Demy)
                                  Perancis, 1963, 91 Menit
25 Februari 2017 :I am Hope (Sutradara: Adilla Dimitri)
                                 Indonesia, 2016,115 Menit
 

Goethe Haus Jakarta
Pemutaran film dimulai  pukul 19:00 WIB
Belum ada jadwal
 
Erasmus Huis
Pemutaran film
Belum ada jadwal
 
 
Istituto Italiano di Cultura
Pemutaran film pukul 19:00 WIB
 
3 Februari 2017   :Morte a Venezia (Sutradara: Luchino Visconti)
                                 Italia, 1971, 130 Menit
10 Februari 2017 :Rocco e i suoi fratelli (Sutradara: Luchino Visconti)
                                 Italia, 1960, 177 Menit
17 Februari 2017 :La terra trema (Sutradara: Luchino Visconti)
                                 Italia, 1948, 160 Menit               

 

 

Program Kineforum : Program Februari 2017
 
                         
 

 

 

Tentang Indonesian Film Center | Kebijakan Privasi | Berkas Hukum | Periklanan | Bantuan | Kontak kami