Biografi Lengkap:
Joko Anwar adalah karakter yang tidak dapat ditebak dan kontroversial. Setelah "Arisan!" dan "Janji Joni", Joko berbelok arah dengan tajam dengan film noir "Kala", sebuah allegori politis tentang Indonesia. "Kala" yang mengukuhkan posisi Joko di perpetaan film dunia berhasil memberikan Joko beberapa penghargaan, antara lain Best Film di Berlin Asia Hotshot Film Festival, dan Jury Prize di New York Asian Film Festival. Selain diputar di lebih dari 30 festival termasuk di London, Brussels, dan Vancouver, "Kala" juga ditasbihkan sebagai salah satu film terbaik dunia tahun 2007 oleh majalah film terbesar dan bergengsi Sight & Sound Magazine, Inggris, yang juga menyebutnya sebagai salah satu filmmaker tercerdas di Asia.
Setelah memenangkan dua Piala Citra (yang tidak akan pernah mau diakuinya) untuk "Kala" dan "Fiksi", Joko membuat film thriller "Pintu Terlarang" yang kembali dipuji-puji para kritikus dan penonton dunia. Selain memenangkan Best Film di Puchon Fantastic International Film Festival dan diputar di banyak festival dunia, "Pintu Terarang" kembali dimasukkan majalah Sight & Sound sebagai salah satu film terbaik dunia tahun 2009. Kritikus kenamaan Richard Corliss dari majalah TIME bahkan menyindir Hollywood untuk berani membuat film seperti Joko Anwar.
Selain menulis skenario, menyutradarai film, bermain musik dengan band-nya Mantra, Joko juga telah muncul di beberapa film sebagai aktor, antara lain dalam film kontroversial "Babi Buta Yang Ingin Terbang" karya Edwin dan sebagai transexual dalam film "Madame X" karya Lucky Kuswandi.